TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Suasana audiensi antara jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap dan paguyuban pengemudi transportasi daring di area Pendopo Wijayakusuma, Rabu (20/5/2026), berlangsung cukup dinamis. Hal ini terjadi setelah para driver menyampaikan berbagai keluhan mulai dari jaminan BPJS Ketenagakerjaan, tarif angkutan online, hingga persoalan retribusi parkir di sejumlah fasilitas publik.
Koordinator aksi, Soni Failani, menyampaikan bahwa para pengemudi ojek online sangat berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan aplikator bisa lebih serius dalam memperhatikan tingkat kesejahteraan para driver yang setiap hari bekerja keras di lapangan.
“Kami ingin ada tempat tunggu dan area parkir khusus bagi driver ojol supaya aktivitas penjemputan penumpang lebih tertib dan tidak memberatkan driver,” ujar Soni.
Baca juga: Ojol Jateng Tuntut Penghapusan Opsen Pajak, Begini Jawaban Gubernur Ahmad Luthfi
Selain itu, pihak Aliansi Ojol Cilacap juga meminta adanya pemberian keringanan, bahkan pembebasan tarif parkir secara total di kawasan Stasiun Cilacap dan RSUD Cilacap bagi para pengemudi yang sedang mengantar maupun menjemput penumpang atau pesanan barang milik pelanggan.
Di samping persoalan tarif parkir, komunitas driver online ini juga mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan berupa program ekonomi kreatif bagi komunitas ojol. Tujuannya agar para pengemudi memiliki peluang usaha tambahan yang potensial di luar pekerjaan utama mereka sehari-hari.
“Kami berharap komunitas ojol juga bisa diberdayakan melalui program ekonomi kreatif supaya penghasilan driver tidak hanya bergantung pada order aplikasi,” katanya.
“Kami berharap pendataan diperbarui karena banyak driver yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi belum masuk data,” ungkap Soni menyuarakan keluhan anggotanya.
Dalam audiensi tersebut, Aliansi Ojol Cilacap turut memberikan usulan mengenai pembentukan sebuah wadah atau forum diskusi rutin antara pemerintah daerah dan komunitas driver untuk membahas berbagai dinamika persoalan transportasi online secara berkelanjutan.
“Kami ingin ada ruang komunikasi rutin dengan pemerintah sehingga keluhan driver bisa langsung dibahas bersama,” tegasnya.
Tak hanya berhenti di situ, para pengemudi juga mengharapkan adanya program jaminan BPJS gratis bagi keluarga driver ojol kurang mampu sebagai salah satu bentuk instrumen perlindungan sosial bagi para pekerja di sektor informal.
“Kami meminta aturan tarif dijalankan dengan baik supaya tidak ada perang tarif antaraplikasi yang membuat pendapatan driver semakin turun,” kata Soni.
Aliansi Ojol Cilacap juga mendesak agar Pemkab Cilacap bersedia memfasilitasi pertemuan tatap muka dengan pihak manajemen aplikator untuk mengurai benang kusut masalah tarif dan sistem aplikasi yang selama ini dikeluhkan para driver.
“Kami meminta pihak aplikator mengkaji ulang program double order, tawar tarif beta, serta program slot Grab dan Gojek yang dirasa memberatkan driver,” pungkasnya.
Menanggapi tumpukan aspirasi tersebut, Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, memberikan penegasan bahwasanya pemerintah daerah memiliki keterbatasan wewenang dalam mengambil keputusan mutlak terhadap kebijakan internal yang dikeluarkan oleh perusahaan aplikasi transportasi daring.
“Setiap aplikator memiliki kebijakan yang berbeda dan sebagian besar kebijakannya menginduk ke nasional, sehingga pemerintah daerah tidak bisa langsung memutuskan semuanya,” tegas Ammy.
Ammy juga mengaku dirinya tidak ingin memberikan janji-janji manis yang pada akhirnya justru akan sulit untuk direalisasikan oleh jajaran pemerintah daerah karena terbentur oleh regulasi aturan hukum maupun kemampuan kapasitas anggaran daerah.
“Saya tidak ingin memberikan angin segar yang ternyata tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah daerah,” ujar Ammy secara jujur.
Meski menghadapi keterbatasan wewenang tersebut, pihak Pemkab Cilacap memastikan akan tetap membuka ruang komunikasi yang lebar dan berupaya maksimal mencari solusi terbaik yang memungkinkan untuk dijalankan sesuai koridor regulasi yang berlaku.
“Kami tetap berupaya mencarikan jalan tengah agar aspirasi teman-teman driver bisa ditindaklanjuti secara bertahap,” katanya mengakhiri tanggapan. (ray)