4.692 Jemaah Haji Riau Tuntaskan DAM, Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem di Makkah
M Iqbal May 20, 2026 10:22 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 4.692 jemaah haji asal Provinsi Riau telah menuntaskan kewajiban pembayaran DAM haji tamattu’ pada pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. 


Mayoritas jemaah memilih pembayaran melalui lembaga resmi Addahi karena dinilai lebih mudah dan praktis.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan pelaksanaan pembayaran DAM berjalan lancar dan tertib berdasarkan laporan petugas kloter di Tanah Suci.


“Alhamdulillah, pelaksanaan pembayaran DAM jemaah haji Provinsi Riau berjalan lancar dan tertib. Sebagian besar jemaah memilih pembayaran melalui Addahi sebagai lembaga resmi yang memudahkan proses pelaksanaan DAM,” ujar Defizon, Rabu (20/5/2026).


Dari total jemaah haji Riau, sebanyak 4.394 orang atau sekitar 93,58 persen melaksanakan pembayaran DAM melalui Addahi. Selain itu, terdapat 251 jemaah yang memilih membayar DAM secara mandiri.


Sementara itu, 45 jemaah lainnya mengganti DAM dengan menjalankan puasa sesuai ketentuan syariat. Ada pula dua jemaah yang melaksanakan haji ifrad sehingga tidak diwajibkan membayar DAM tamattu’, serta dua jemaah tercatat wafat.


“Dengan demikian, total sebanyak 4.692 jemaah haji Provinsi Riau telah menyelesaikan kewajiban terkait DAM haji tamattu’ sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.


Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Defizon juga mengingatkan seluruh jemaah agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Pasalnya, suhu udara di Kota Makkah saat ini mencapai 45 hingga 48 derajat Celsius.


Ia meminta jemaah untuk sementara waktu memaksimalkan ibadah di mushalla hotel guna menjaga stamina agar tetap prima saat memasuki fase puncak haji.


“Cuaca di Makkah saat ini sangat panas. Kami mengimbau jemaah untuk melaksanakan ibadah di mushalla hotel terlebih dahulu, karena puncak haji nantinya akan sangat membutuhkan kondisi fisik yang kuat dan sehat,” katanya.


Selain menjaga aktivitas fisik, jemaah juga diingatkan agar rutin mengonsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi dan menjaga pola istirahat dengan baik.


Defizon turut mengingatkan pentingnya menjaga kartu Nusuk selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kartu tersebut menjadi salah satu syarat penting untuk memasuki Masjidil Haram maupun mengikuti rangkaian ibadah Armuzna.


“Jaga kesehatan, rajin minum air, jangan sampai dehidrasi. Yang paling penting, kartu Nusuk harus selalu dijaga karena itu menjadi salah satu syarat untuk dapat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram maupun saat Armuzna,” tegasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.