TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas mulai menyiapkan penataan besar-besaran kawasan Pasar Wage Purwokerto dengan konsep pasar hidup 24 jam setiap harinya.
Satu di antaranya, kawasan Pasar Wage akan ditata bergaya pecinan lantaran keberadaan Kelenteng Hok Tek Bio di Jalan Vihara, samping utara Pasar Wage.
Jalan Vihara yang kini telah bersih dari pedagang akan diubah menjadi kawasan kuliner pecinan "Kya-kya"
Sebenarnya, konsep ini sudah dirancang sejak 9 tahun lalu.
Wacana tersebut kembali muncul setelah rencana revitalisasi Pasar Wage disebut akan didukung anggaran dari pemerintah daerah, bantuan provinsi, hingga Kementerian Perdagangan.
Penasehat Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W), Heri Gudeg mengatakan, konsep pasar 24 jam sebenarnya bukan hal baru di kawasan Pasar Wage.
Menurutnya, aktivitas perdagangan di pasar tersebut sejak dulu memang nyaris berlangsung tanpa henti.
"Dari dulu, Pasar Wage memang ikonnya Banyumas."
"Pak Bupati ingin menghidupkan pasar 24 jam."
"Sebenarnya, aktivitas Pasar Wage memang sudah 24 jam, hanya sekarang lebih dispesifikkan lagi kalau malam untuk kuliner," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Pasar Wage Purwokerto akan Dijadikan Pusat Kuliner Khas Kampung Pecinan
Konsep yang kini disiapkan adalah menghadirkan kawasan kuliner malam di sepanjang Jalan Vihara, khususnya sisi barat depan klenteng hingga area sekitarnya.
Kawasan itu nantinya dirancang menyerupai pusat kuliner pecinan, lengkap dengan ornamen lampion seperti di sejumlah kota besar.
"Pak Bupati menginginkan kawasan Jalan Vihara, terutama yang sebelah barat depan klenteng sampai sana, dijadikan kawasan kuliner. Dibikin seperti pecinan," katanya.
Heri mengungkapkan, ide tersebut sebenarnya sudah pernah dibahas sekitar sembilan tahun lalu lewat konsep "Kya-kya".
Namun, kala itu, belum terealisasi di Banyumas.
Kata "Kya-kya" berasal dari bahasa Tionghoa (dialek Hokkian) yang berarti "jalan-jalan".
"Dulu pernah ada wacana namanya Kya-Kya."
"Saya juga pernah ikut rapat di sini, mungkin sampai lima atau enam kali."
"Konsep pasar pecinan, tapi malah dilaksanakannya di Purbalingga," ujarnya.
Ia menyebut, konsep yang diusung nantinya akan mengadaptasi suasana kawasan pecinan modern seperti di Pasar Gede Solo maupun kawasan pecinan Kota Semarang.
"Konsepnya seperti pecinan, ada lampion-lampion. Mirip di Pasar Gede Solo, di Semarang juga ada," katanya.
Baca juga: Bakal Menghadap Selatan, Wajah Baru Pasar Wage Purwokerto Butuh Anggaran Rp30 Miliar
Selain penataan kawasan kuliner, Pemkab Banyumas juga disebut tengah menyiapkan pembebasan lahan guna mendukung perubahan wajah Pasar Wage agar menghadap ke arah selatan.
Pembebasan lahan itu direncanakan menggunakan APBD Kabupaten Banyumas dan masuk dalam anggaran perubahan tahun 2027.
"Nominalnya Rp30 miliar, dianggarkan Rp30 miliar oleh Pak Bupati dan itu sudah di-ACC Dewan," ucap Heri.
Sementara, nilai total revitalisasi Pasar Wage, hingga kini masih dalam pembahasan.
Namun, menurut Heri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Perdagangan telah menyatakan kesiapan membantu pendanaan revitalisasi tersebut.
"Kalau nominal revitalisasi pasar memang belum jelas."
"Cuma, kemarin, sudah disanggupi oleh Pak Gubernur akan dianggarkan dari dana provinsi sama Kementerian Perdagangan," katanya. (*)