Presiden Prabowo Pilih Sapi Berbobot 1,1 Ton Asal Madiun Jadi Hewan Kurban
Cak Sur May 21, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, MADIUN - Momentum Hari Raya Idul Adha 2026 membawa kebanggaan tersendiri bagi seorang peternak muda asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim). Seekor sapi miliknya terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.

Sapi jenis Simental bernama Bruno dengan bobot mencapai 1,1 ton itu, dibeli dari kandang ternak milik Hadha Waris Saputra (24) warga Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Hadha menceritakan, kandang ternaknya mulai disurvei oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun pada awal Mei 2026.

Dari hasil survei tersebut, Bruno dinilai memenuhi syarat untuk menjadi hewan kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Madiun.

“Sapinya bernama Bruno, jenisnya Simental dengan berat 1,1 ton. Pertama disurvei oleh dinas kabupaten lalu dilaporkan ke sekretariat presiden. Alhamdulillah cocok lalu kami negosiasi harga dengan sekretariat presiden,” kata Hadha, Kamis (21/5/2026).

Dibeli Rp115 Juta Setelah Lolos Pemeriksaan

Setelah melalui proses negosiasi, Hadha dan pihak Sekretariat Presiden sepakat dengan harga transaksi sebesar Rp115 juta.

Sapi Bruno juga telah melalui pemeriksaan kesehatan dan pengecekan postur, sebelum akhirnya dinyatakan lolos sebagai hewan kurban Presiden.

Selain lolos seleksi, Bruno juga mendapat perawatan khusus selama satu tahun terakhir agar mencapai bobot ideal.

Perjalanan Bruno hingga terpilih menjadi sapi kurban Presiden berlangsung melalui beberapa tahapan berikut:

  • Kandang ternak milik Hadha disurvei Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun pada awal Mei 2026
  • Sapi Bruno kemudian diperiksa dari sisi kesehatan dan postur tubuh sebelum diajukan ke Sekretariat Presiden
  • Setelah proses negosiasi, Bruno dibeli dengan harga Rp115 juta untuk kurban Idul Adha Presiden Prabowo
  • Selama sekitar satu tahun terakhir, Bruno dirawat intensif hingga bobotnya meningkat dari 800 kilogram menjadi 1,1 ton

“Pembelian masuk itu bobot 800 kiloan. Nah perawatan di sini sekitar satu tahun,” ujarnya.

Dirawat Mahasiswa Fakultas Peternakan UB

Hadha yang juga merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) Malang, mengaku tidak memberikan perlakuan terlalu berbeda dibanding sapi lainnya.

Namun, ia memperbanyak porsi pakan untuk menunjang pertumbuhan bobot tubuh Bruno.

Setiap hari, Bruno mendapat pakan berupa konsentrat, silase, rumput hijau, ampas tahu, premix hingga jerami.

Pemberian makan dilakukan tiga kali sehari, yakni pagi, siang dan malam sebelum waktu Isya.

Sementara kebersihan kandang dijaga rutin dengan pembersihan dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

“Kalau untuk perawatan mungkin sama saja, Mas. Tapi ada pembeda yaitu porsinya pakan itu dilebihkan,” jelasnya.

Hadha menambahkan, sapi Bruno saat ini berusia sekitar 6 tahun dan telah mendapat persetujuan resmi sebagai hewan kurban Presiden.

“Alhamdulillah sudah ACC. Tinggal ngurus administrasi,” katanya.

Akan Disembelih di Ponpes Kecamatan Sawahan

Rencananya, sapi kurban Presiden Prabowo tersebut akan disembelih di salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.

Tak hanya Presiden Prabowo, kandang ternak milik Hadha juga mendapat pesanan sapi kurban dari Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Sapi yang dibeli Bupati Madiun berjenis Limousin dengan bobot lebih dari 800 kilogram.

“Alhamdulillah selain pak presiden, pak bupati juga beli dari kandang kami. Sapinya jenis limousin dengan berat lebih dari 800 kilogram,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.