Detik-detik Puja Saksikan Langsung Tri Renni Terlindas Truk CPO, Warga Menangis
Noval Andriansyah May 21, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jambi - Suasana pagi di depan Terminal Alam Barajo mendadak berubah jadi kepanikan setelah Puja Olivia  (25) menyaksikan langsung tubuh Tri Renni Aprianti (48) terlindas truk CPO di Jalan Lingkar Barat Kota Jambi.

Di tengah kerumunan warga yang histeris dan menangis di lokasi kejadian, Puja hanya bisa terpaku melihat kecelakaan maut yang terjadi begitu cepat saat korban baru pulang dari pasar untuk memasak di rumah.

Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan Lingkar Barat III dekat pintu masuk Terminal Alam Barajo, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 08.20 WIB.

Korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang saat itu tengah menumpang ojek sepulang berbelanja kebutuhan dapur.

Puja Olivia yang diwawancarai Jurnalis Tribun Jambi, mengaku melihat langsung detik-detik kecelakaan tersebut dari jarak dekat.

Baca juga: Jasad Tri Renni Ditutup Daun Usai Ditabrak Truk CPO, Suami Ngamuk Melihatnya

Menurut Puja, situasi di jalan saat itu berlangsung sangat cepat hingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

“Tadi itu dia pergi ke pasar, dia naik ojek. Mobilnya itu nggak sabar, nggak sempurna jalannya. Kejadiannya cepat sekali,” ujar Puja kepada Reporter Tribun Jambi, Syrillus Krisdianto, dilansir TribunJambi.com.

Puja menuturkan, korban saat itu sudah berada di atas ojek ketika insiden terjadi.

Namun tiba-tiba kendaraan besar jenis truk pengangkut minyak sawit mentah atau CPO datang dan menghantam korban.

“Sudah naik ojek. Motornya itu seperti nggak fokus, langsung nabrak. Jadinya disambar mobil,” katanya.

Truk yang terlibat diketahui merupakan kendaraan tronton pengangkut CPO.

Usai kejadian, kendaraan sempat mencoba melarikan diri sebelum akhirnya berhasil dikejar dan diamankan warga bersama aparat.

“Mobil tronton, mobil minyak. Mobil CPO. Sempat lari, tapi alhamdulillah bisa dikejar dan diamankan,” lanjut Puja.

Pemandangan di lokasi kejadian pun disebut sangat memilukan.

Warga yang melihat kondisi korban langsung menangis histeris, sementara tubuh korban sudah tidak bisa diselamatkan akibat luka parah di bagian perut.

“Langsung ramai. Warga kumpul, pada nangis. Korbannya sudah tidak bisa diselamatkan,” ujarnya lirih.

Tak lama berselang, polisi datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara.

Korban sebelumnya sempat ditolong warga sekitar sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Puja, kawasan depan Terminal Alam Barajo memang dikenal rawan kecelakaan lalu lintas.

Dalam satu bulan terakhir saja, warga menyebut sudah empat hingga lima kali kecelakaan terjadi di titik tersebut.

“Biasanya luka-luka, tapi kali ini yang paling parah,” katanya.

Ia berharap pengendara, khususnya kendaraan besar yang melintas di jalur tersebut, bisa lebih berhati-hati agar tidak kembali memakan korban jiwa.

“Kita berdoa saja supaya ke depan lebih baik. Pengendara juga harus lebih pelan-pelan dan hati-hati,” tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.