Respon Ketidakpastian Ekonomi, Kadis Pariwisata Ambon Optimis UMKM Jadi Motor Penggerak  
Ode Alfin Risanto May 21, 2026 08:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Christian Tukloy, menilai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu solusi strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi dan efisiensi anggaran pemerintah. 

Menurutnya, pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa UMKM relatif lebih mampu bertahan dibandingkan sektor usaha lainnya.

“Pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon kami akan dorong lewat UMKM, karena beberapa pengalaman telah menunjukkan UMKM relatif lebih stabil dibandingkan usaha lainnya. Seperti pada COVID-19, itu menjadi catatan penting bagi kami semua,” kata Tukloy kepada TribunAmbon.com pada Kamis  (21/5/2026). 

Baca juga: Dilaporkan Kasus Dugaan Penipuan Penerbitan SKT, Ini Klarifikasi Raja Suli

Baca juga: Marak Akhiri Hidup di JMP, Pemkot Dorong Penggunaan CCTV AI

Ia menjelaskan, pemerintah Kota Ambon ke depan akan terus berupaya memberikan ruang lebih besar bagi pelaku UMKM melalui berbagai event dan kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah. 

Sejumlah kegiatan seperti Festival Imlek, Ramadan, hingga Pattimura festival disebut menjadi contoh bagaimana pemerintah kota mendorong keterlibatan UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat. 

“Kita dorong UMKM di setiap event yang dilaksanakan pemerintah Kota melalui Dinas Pariwisata,” ujarnya. 

Selain mendukung pemasaran produk, Pemkot Ambon juga mulai memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif. 

Salah satunya melalui pembinaan dan sertifikasi tenaga barista yang baru dibuka Wali Kota Ambon dengan menghadirkan narasumber dari Jakarta. 

“Katong (kita) berharap sektor-sektor itu dapat berkontribusi bagi pembangunan Kota Ambon,” tambahnya. 

Selain itu lebih jauh, dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kota Ambon, pemerintah kota juga akan menyediakan sekitar 500an booth bazar bagi pelaku UMKM sebagai wadah promosi dan penjualan produk lokal. 

Tak sampai di situ, Dinas Pariwisata Kota Ambon juga tengah merancang program Car Free Night (CFN) yang akan memadukan aktivitas UMKM dengan hiburan musik dan kegiatan kreatif lainnya. 

Sebagaimana namanya, kegiatan tersebut akan memanfaatkan ruas jalan tertentu pada malam minggu atau dua kali dalam sebulan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal beraktivitas. 

“Salah satu event yang nantinya menyerap banyak UMKM itu adalah Car Free Night. Kita akan memanfaatkan satu ruas jalan untuk ditutup sementara. Di sana Kita akan kolaborasikan UMKM dengan musik atau hiburan lainnya sebagai daya tarik masyarakat,” jelas Tukloy. 

Ia berharap langkah tersebut dapat membantu meningkatkan perputaran uang di masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal di tengah situasi ekonomi yang belum stabil. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.