Penyaluran MBG 3B Tepat Sasaran, Wabup Gowa Minta Penyuluh KB Kerja Ekstra
Alfian May 21, 2026 09:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin meminta seluruh penyuluh KB, kepala UPT, operator program, dan unsur teknis lainnya memastikan MBG 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita non-PAUD.

MBG 3B ini juga diharapkan berjalan tepat sasaran, tepat waktu, tepat manfaat.

Serta memberikan dampak nyata terhadap perbaikan status gizi masyarakat.

Menurut Darmawangsyah, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan.

Tetapi juga dari perubahan kondisi kesehatan ibu dan anak penerima manfaat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka rapat pengendalian lapangan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Kamis (21/5/2026).

"Ukuran keberhasilan kita bukan hanya angka distribusi, tetapi bagaimana ibu hamil memperoleh asupan gizi yang cukup, ibu menyusui memiliki ketahanan gizi yang baik, dan balita mendapatkan pemenuhan nutrisi optimal agar terhindar dari risiko stunting," ucapnya.

Pihaknya juga terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui MBG bagi sasaran 3B.

Menurutnya, persoalan stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut masa depan daerah dan kualitas generasi penerus bangsa.

"Kalau hari ini ada anak yang tumbuh tanpa gizi yang cukup, maka beberapa tahun ke depan kita bisa kehilangan kualitas sumber daya manusia yang seharusnya menjadi kekuatan Gowa," ujarnya.

Baca juga: Wabup Darmawangsyah Muin: Keberadaan KDMP Jaga Stabilitas Ekonomi Masyarakat 

Ia menekankan penanganan stunting harus dilakukan secara nyata hingga menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, pelaksanaan Program MBG harus berjalan sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.

Khususnya Pasal 47, yang mengatur penyaluran dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Darmawangsyah Muin yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menjelaskan, Gowa memiliki kekuatan kolaboratif melalui keberadaan TPK yang terdiri dari kader KB, kader PKK, dan bidan di lapangan.

"TPK bukan hanya pelaksana administratif, tetapi pendamping keluarga yang memahami kondisi riil masyarakat sampai tingkat dusun dan lingkungan," jelasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud mengatakan, rapat Bangga Kencana rutin setiap bulan sebagai forum evaluasi terhadap perkembangan program dan penyusunan langkah kerja ke depan.

Menurut Sofyan, evaluasi tersebut penting dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan efektif dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Gowa.

Ia mengungkapkan pelaksanaan program saat ini masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga sejumlah kegiatan masih dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Sofyan turut melaporkan keberadaan sekolah lansia di Kecamatan Pattallassang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Angka stunting kita sudah mulai berada pada posisi 17 persen," ucap Sofyan.

Melalui pelaksanaan Program MBG 3B, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap dapat memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di Gowa.(*)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.