Aceh Barat Jalin Kerja Sama dengan Kemenhub, Putra Daerah Dapat Kuota Khusus Sekolah Kedinasan
Faisal Zamzami May 21, 2026 10:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang transportasi.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, didampingi Plt Sekretaris Daerah Dr. Kurdi, Asisten Administrasi Umum Safrizal, Kepala Dinas Perhubungan Erdian Mourny, serta Kepala BPKD Edy Juanda.

Kerja sama ini menjadi peluang besar bagi putra-putri Aceh Barat yang ingin melanjutkan pendidikan kedinasan di sektor transportasi, khususnya di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).

Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa melalui kerja sama tersebut, Aceh Barat kini memperoleh kuota khusus sebanyak lima orang setiap tahun untuk menempuh pendidikan program Diploma III (D-III) maupun Diploma IV (D-IV) di bidang transportasi.

“Dulu seluruh putra-putri Aceh Barat harus bersaing sangat ketat untuk bisa lulus. Namun alhamdulillah, sekarang Aceh Barat sudah diberikan kuota khusus sebanyak lima orang setiap tahunnya,” ujar Tarmizi.

Baca juga: Perumdam Tirta Mon Krueng Baro Kunjungi BSPJI, Teken MoU dan Jalin Kerjasama

Selain jalur kuota khusus, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga membuka peluang melalui jalur mandiri tanpa batas kuota bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan dengan pembiayaan pribadi.

Menurut Tarmizi, program pendidikan tersebut memiliki prospek yang menjanjikan karena lulusannya berpeluang langsung mengikuti jalur seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Alhamdulillah, Aceh Barat saat ini sudah memiliki tujuh orang alumni, bahkan kemarin dua orang telah kami serahkan SK 100 persen PNS,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa di tengah kondisi fiskal daerah yang masih lemah, keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta minimnya lapangan pekerjaan, pemerintah daerah harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masa depan generasi muda.

“Kondisi daerah dengan fiskal lemah, PAD kurang, dan lapangan kerja yang terbatas harus dijawab dengan langkah nyata. Maka pemerintah harus menghadirkan solusi konkret untuk membuka peluang masa depan anak-anak daerah,” tegasnya.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap dapat mencetak SDM unggul di sektor transportasi sekaligus membuka akses pekerjaan yang lebih pasti bagi generasi muda di daerah tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.