Operator di SPBU Soguo Bolsel Diduga Jual Solar Subsidi Rp 15 Ribu Perliter, Nelayan Mengeluh
Rizali Posumah May 21, 2026 09:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mengeluhkan harga BBM subsidi jenis solar yang dijual tak sesuai harga dari Pertamina. 

Keluhan tersebut datang setelah seorang operator di SPBU Saguo, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolsel, menjual solar subsidi dengan harga Rp 15 ribu perliter. 

Dari keterangan para nelayan oknum operator tersebut berinisial IT alias Iwan. 

Salah seorang nelayan berinisial AA mengaku dirinya sempat membeli solar ke SPBU Soguo.

Namun, saat itu operator berinisal IT mengaku solar sudah kosong.

Saat sang nelayan hendak pergi, operator tersebut kemudian mengatakan ada solar, namun dijual Rp 15 ribu perliter. 

"Dia bilang ke saya ada solar. Tapi harganya Rp 15 ribu perliter," ujarnya, Kamis 21 Mei 2026.

"Dia juga bilang tidak bisa beli satu gelon saja. Harus satu ton," bebernya. 

Mendengar hal tersebut, sontak sang nelayan kaget. 

Ia kemudian mempertanyakan kenapa harga dijual sangat mahal. 

"Saya langsung tanya, kenapa sangat mahal. Tapi dia bilang sudah seperti itu aturannya," kata dia. 

Akibatnya harga jual solar subsidi yang mahal, beberapa nelayan harus pulang dengan tangan kosong. 

"Kami tidak bisa melaut. Harga solar terlalu mahal," ucapnya. 

"Kami mohon ada penindakan dari Polres Bolsel terkait penjualan solar yang tidak sesuai harga dari pemerintah ini," tegas dia. 

Terpisah, Har Bunsal penanggung jawab dari SPBU Soguo mengatakan harga solar masih dijual Rp 6.800. 

"Solar masih harga Pertamina Rp 6.800 perliter," kata dia. 

Ia mengaku tak tahu soal operatornya yang menjual solar hingga Rp 15 ribu perliter. 

"Kalau yang ini saya belum tahu," ujarnya. 

Kasat Reskrim Polres Bolsel Iptu Iqbal Putra Saimuri mengatakan akan melakukan penyelidikan terkait informasi ini. 

"Nanti saya minta anggota untuk lidik. Karena penjualan BBM Subsidi tak sesuai harga pemerintah itu pidana," tuturnya. 

Sementara itu, Okky Aditya Wibowo Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meminta agar warga menyiapkan bukti terkait informasi tersebut. 

"Kalau ada bukti kami berikan sanksi. Silahkan video dan kirim kepada kami," tegasnya. (Nie)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.