Dari Koper hingga Internet Gratis, Pelayanan Haji Saudi Tahun Ini Makin Modern
M Iqbal May 21, 2026 09:29 PM

Laporan Jemaah Haji Riau di Arab Saudi, Ibnu Mas’ud

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, berbagai kemudahan dan layanan baru terus dirasakan jamaah haji Indonesia di tanah suci. Mulai dari layanan koper langsung ke hotel, jaringan internet super cepat di seluruh kawasan haji, hingga sistem pelayanan digital dan pengamanan yang semakin tertata membuat jamaah lebih nyaman menjalankan ibadah.

Suasana Kota Makkah menjelang fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah dan Mina mulai dipadati jamaah dari berbagai negara. Namun di tengah jutaan manusia yang datang hampir bersamaan, sistem pelayanan haji Arab Saudi tahun ini tampak jauh lebih tertib dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Salah satu terobosan terbaru yang mulai menjadi perhatian adalah program 'Haji Tanpa Bagasi' atau Hajj Without Luggage. Melalui program ini, koper jamaah tidak lagi harus ditunggu di bandara saat tiba di Arab Saudi. Seluruh bagasi langsung dikirim dari negara asal menuju hotel tempat jamaah menginap.

Dengan sistem tersebut, jamaah yang baru tiba bisa langsung bergerak menuju bus dan hotel tanpa harus berdesakan menunggu koper di area pengambilan bagasi bandara.

Program ini disebut sangat membantu terutama bagi jamaah lanjut usia dan rombongan besar karena mengurangi kelelahan fisik setelah perjalanan panjang. Sistem pengiriman koper ini juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan haji berbasis digital dan logistik modern yang kini terus dikembangkan pemerintah Arab Saudi.

Selain pelayanan bagasi, penguatan teknologi digital juga sangat terasa di musim haji tahun ini. Jaringan internet 5G kini sudah menjangkau hampir seluruh kawasan utama pelaksanaan haji seperti Masjidil Haram, Arafah, Mina dan Muzdalifah.

Bahkan pemerintah Saudi juga menyiapkan ribuan titik wifi gratis yang dapat digunakan jamaah tanpa harus membeli kartu internet lokal. Kondisi ini membuat jamaah lebih mudah berkomunikasi dengan keluarga di tanah air, mengakses aplikasi Nusuk, hingga mencari informasi pelayanan haji.

Bagi jamaah Indonesia, kemudahan digital ini sangat membantu terutama saat mencari lokasi hotel, titik bus, jadwal ibadah hingga komunikasi dengan petugas kloter.

Selain itu, sistem pengaturan kerumunan jamaah juga terlihat jauh lebih tertata. Pemerintah Saudi kini memperketat pengawasan dengan teknologi dan pengaturan jalur yang lebih modern sehingga kepadatan di sekitar Masjidil Haram maupun area pelaksanaan haji bisa lebih terkendali.

Petugas keamanan terlihat berjaga di hampir seluruh titik penting dengan sistem pemeriksaan yang cepat namun tetap tertib. Kondisi ini membuat jamaah lebih nyaman saat beribadah walaupun jumlah jamaah sangat besar.

Kemudahan lain juga dirasakan jamaah terkait pelayanan administrasi. Jika sebelumnya paspor rusak menjadi persoalan yang cukup rumit bagi jamaah, kini KJRI Jeddah telah menyiapkan sistem penanganan cepat.

Jamaah yang paspornya rusak karena basah, robek atau rusak saat proses perjalanan tidak perlu terlalu panik. Petugas imigrasi Indonesia di Jeddah telah menyiapkan Surat Perjalanan Laksana Paspor atau SPLP sebagai pengganti dokumen perjalanan untuk kepulangan jamaah ke Indonesia.

Sementara itu menjelang puncak haji, jamaah Indonesia juga mulai menyelesaikan kewajiban dam. Pemerintah Indonesia mengingatkan jamaah agar melakukan pembayaran dam melalui jalur resmi agar terhindar dari penipuan.

Di tengah berbagai kemudahan tersebut, jamaah haji asal Indonesia khususnya dari Riau mulai mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji dengan mengurangi aktivitas berat dan memperbanyak istirahat.

Walaupun demikian, suasana Masjidil Haram tetap ramai terutama saat waktu subuh, magrib dan isya. Jamaah terlihat memanfaatkan waktu terakhir sebelum fase Armuzna untuk memperbanyak ibadah, tawaf, membaca Alquran dan berdoa di Masjidil Haram.

Transformasi pelayanan haji yang dilakukan pemerintah Saudi tahun ini dinilai membawa perubahan besar terhadap kenyamanan jamaah. Teknologi digital, sistem transportasi, pengaturan kerumunan hingga pelayanan logistik kini semakin modern dan membuat jamaah bisa lebih fokus menjalankan ibadah di tanah suci. 

(Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.