Riang Pelajar SDN 001 Teluk Bintan Usai Terima Telur Ayam Lewat Program Japfa For Kids
Septyan Mulia Rohman May 21, 2026 10:07 PM

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Wajah riang tampak dari sejumlah pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri 001 Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (21/5/2026).

Halaman sekolah yang biasa semula tenang, berupa menjadi cerita penuh keakraban. 

Mereka begitu antusias menerima telur ayam lewat program Japfa for Kids. 

Sejumlah pelajar tampak berbaris dengan tertib, menyambut petugas yang tengah membagikan telur ayam, sumber protein untuk pertumbuhan mereka. 

Senyum manja dan tawa kecil terdengar di halaman sekolah, seolah menjadi bukti nyata kebahagiaan mereka atas perhatian yang diberikan Japfa Comfeed lewat program ini.

"Saya sangat suka dengan telur ayam ini. Ini makanan sehari-hari saya," ujar seorang siswi Kelas ll SDN 001 Teluk Bintan, Siska.

Dia mengaku telur ayam ini akan dibawa pulang ke rumah untuk dikonsumsi dengan nasi.

Untuk diketahui, PT Japfa Comfeed Indonesia kembali meluncurkan program Japfa for Kids pada tahun ini.

Program ini menyasar 8 sekolah di Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Sasarannya, anak-anak kekurangan gizi dan gizi buruk. Program ini fokus melakukan pencegahan dan perbaikan gizi kepada anak-anak sekolah dasar. 

Program yang sudah dijalankan beberapa tahun terakhir ini, kembali dilaksanakan untuk membantu upaya pemerintah dalam menanggulangi stunting.

Rachmat Indrajaya, Corporate Affairs Director PT Japfa Comfeed Indonesia mengatakan, program Japfa for Kids ini ada dua target yakni penurunan malnutrisi serta pembiasaan prilaku hidup sehat sebagai upaya pencegahan.

"Kami akan bekerjasama dengan puskesmas juga untuk melakukan screning anak-anak yang kekurangan gizi dan gizi buruk untuk dilibatkan dalam program ini," akunya. 

Melalui unit Japfa Comfeed Indonesia yang ada di Kabupaten Bintan yakni PT Indojaya Agrinusa akan menyalurkan telur ayam sebagai sumber protein hewani kepada penerima manfaat. 

Tak sampai disitu, penerima manfaat akan dimonitor secara rutin untuk mengawasi tumbuh kembang anak-anak yang menerima manfaat program tersebut.

"Secara rutin nanti kita cek berat badan dan tinggi badannya setiap bulan, untuk mengetahui pertumbuhannya. Kita akan dibantu pihak sekolah dan puskesmas," ujarnya. 

Selain mendistribusikan telur ayam untuk dikonsumsi kepada anak-anak penerima manfaat, program Japfa for Kids juga mengedepanan upaya pencegahan dengan pembiasaan perilaku hidup sehat.

Setidaknya 8 sekolah binaan tersebut setiap pekan akan rutin melakukan pembiasaan prilaku hidup sehat mulai dari senam yang dinamai 4 pilar gizi seimbang.

"Nanti senam dengan musik yang mengajak anak-anak berprilaku hidup sehat. Habis senam kami edukasi cuci tangan dan pemeriksaan kuku baru memakan bekal yang dibawanya," jelasnya. 

Hal ini dilakukan lantaran, ada beberapa kasus yang anaknya berkecukupan gizi namun sering kali dianggap kekurangan gizi karena masalah cacingan. Untuk itu, pembiasaan prilaku hidup sehat sebagai langkah penting untuk pencegahan.

Program Japfa for Kids saat ini masih fokus mensosialisasikan program kepada guru dan kepala sekolah yang nantinya akan melakukan langsung program Japfa for Kids. 

Japfa sendiri berharap peran sekolah, puskesmas dan orang tua agar program ini bisa berjalan optimal.

"Orang tua lah yang berperan penting mensuksesan program ini, termasuk pihak sekolah dan puskesmas. Kami tidak bisa berjalan sendiri tanpa campur tangan orang lain," ungkapnya. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.