Tak Sesuai Fakta di Lapangan, SEMA FEBI UIN Solo Desak Satgas PPKS Minta Maaf ke Korban Pelecehan
Vincentius Jyestha Candraditya May 22, 2026 04:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (SEMA FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta mendesak Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) kampus untuk bersikap transparan dalam menangani dugaan kasus pelecehan seksual yang kini masih menjadi sorotan publik.

Desakan tersebut disampaikan menyusul ramainya pengakuan korban yang mengaku belum mendapatkan pendampingan sebagaimana yang sebelumnya disampaikan Satgas PPKS kepada publik.

Salah satu anggota SEMA berinisial J mengatakan, SEMA FEBI meminta Satgas segera menyampaikan hasil pemrosesan laporan dan bukti-bukti yang sebelumnya telah diserahkan oleh pihak mahasiswa.

“Mendesak Satgas untuk segera mengeluarkan hasil pemrosesan dari seluruh bukti dan kronologi yang telah diberikan SEMA FEBI kepada pihak satgas,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Korban Pelecehan Dosen UIN Solo Kecewa Satgas PPKS Bohong soal Dampingi Korban : Tak Ada Komunikasi!

Selain itu, mahasiswa juga meminta agar Satgas PPKS memberikan respons yang transparan dan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan, khususnya terkait perlindungan terhadap korban.

Menurutnya, seluruh korban yang telah melapor harus mendapatkan perlindungan yang nyata dan tidak sekadar menjadi bagian dari pernyataan resmi kampus.

“Menuntut satgas untuk memberikan respon yang transparan dan sesuai kenyataan serta memberikan perlindungan pada seluruh daftar korban yang telah kami sampaikan,” lanjutnya.

SEMA FEBI juga menyoroti pola komunikasi Satgas PPKS kepada publik yang dinilai tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang dialami korban.

Baca juga: BREAKING NEWS : Dugaan Pelecehan Seksual Dosen UIN Raden Mas Said Solo, Diduga Ada 10 Korban

Karena itu, mahasiswa meminta agar ke depan pihak Satgas menyampaikan informasi yang benar dan terbuka terkait proses pengawalan maupun penanganan kasus.

“Menuntut agar satgas ke depannya dapat menyampaikan keadaan yang sebenarnya dalam publikasi pengawalan dan penanganan kasus,” terangnya.

Desak Satgas PPKS Minta Maaf

Tak hanya itu, mahasiswa turut mendesak Satgas PPKS untuk meminta maaf secara langsung kepada korban terkait pernyataan mengenai perlindungan dan pendampingan psikologis yang disebut korban tidak pernah diterima.

“Mendesak satgas untuk meminta maaf pada korban atas pernyataan perlindungan dan pendampingan yang nyatanya tidak diterima oleh korban,” kata J.

Baca juga: Jeritan Mahasiswi yang Dilecehkan Dosen UIN Solo: Sudah Berkali-kali Terjadi, Kenapa Hanya Dimutasi?

Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta sebelumnya mencuat setelah sejumlah mantan mahasiswi mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari seorang oknum dosen saat proses bimbingan dan sidang skripsi.

Belakangan, korban juga mengaku harus menjalani pengobatan psikiater secara mandiri tanpa pendampingan dari pihak kampus.

Pengakuan tersebut memicu kritik dari sejumlah organisasi mahasiswa terhadap kinerja Satgas PPKS. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.