Gaya Kocak Kapolrestabes Surabaya saat Interogasi Pelaku Curanmor, Salat Batal, Malah Gondol Motor
Januar May 22, 2026 04:19 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani

TRIBUNJAITM.COM, SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Luthfie Sulistiawan, hanya bisa geleng geleng kepala, ketika mendengarkan keterangan dari tersangka curanmor, inisial SA.

Tersangka membawa kabur sepeda motor merk Honda Scoopy Stylish warna abu abu, dengan nomor polisi L 3048 CBI, milik pemuda inisial NRS (24), asal Simokerto, Surabaya, Senin (27/4/2026), sekira jam 17.30 WIB.

Kendaraan itu dipakai orang tua korban, untuk melaksanakan Sholat Maghrib, lalu diparkir di samping Musholla Nur Ilahi, Jalan Kenjeran.

Dalam video yang diunggah di akun instagram miliknya, luthfie.daily Jumat (22/5/2026), suasana kocak sempat mewarnai interogasi terhadap pelaku berusia 21 tahun, warga Kelurahan/Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya tersebut.

Proses interogasi pelaku dilakukan langsung oleh Kombespol Luthfie. Saat itu, SA awalnya berniat salat, dan berdalih menemukan sebuah kunci sepeda motor, di dalam ruang wudhu.

“Saya niat awalnya mau salat, terus mau wudhu, nemu kunci sepeda motor,” ucap SA.

Mendengar keterangan dari pelaku, Kombespol Luthfie kemudian menimpalinya dengan pernyataan unik.

Baca juga: Tekanan Ekonomi Jadi Pemicu Maraknya Curanmor di Sampang, 17 Pelaku Diamankan

“Kamu awalnya mau salat, lah sudah bagus. Terus pas wudhu ada kunci. Di sampingnya kunci ada iblis dibisikin. Daripada salat, maling motor aja, gitu? Salat, maling, salat, maling, yang menang maling,” tutur Kombespol Luthfie.

Usai menemukan kunci sepeda motor, pelaku selanjutnya menekan tombol kunci dan mengarahkan ke banyak sepeda motor, yang saat itu terparkir di musholla.

“Saya cari yang bunyi ternyata sepeda motornya bagus. Setelah itu saya jual buat beli HP,” kata SA.

Usut punya usut, sepeda motor korban dijual oleh pelaku ke seseorang di Kawasan Gembong, dengan harga Rp500.000.

Kombespol Luthfie kembali bertanya aktivitas SA, usai melakukan tindak kejahatan tersebut.

“Habis itu saya Sholat beneran pak di rumah teman. Sholat di masjid tidak jadi,” kata SA.

“Ngapusi (bohong). Magrib kan sebentar waktunya. Kamu ambil motor, terus kamu jual, ya habis waktunya. Sholat apa, Maghrib atau Isya,” jawab Kombespol Luthfie.

Pelaku berdalih mencuri lantaran terkena pengaruh aktivitas Ngelem. Ia menyebut baru pertama kali menjalani aksi Curanmor.

SA juga mempraktekkan gaya perilakunya ketika Ngelem. Menurutnya, ada sensasi tersendiri setelah melakukan aktivitas tidak wajar itu.

“Rasanya nge Fly kayak melayang layang, bumi kayak berputar. Sesudahnya langsung lapar. Saya kapok pak,” tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.