John Herdman Pilih Pantau Persija di JIS Ketimbang Laga Penentu Persib Juara
Ni'amu Shoim Assari Alfani May 23, 2026 01:11 PM

- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memilih menyaksikan laga Persija Jakarta kontra Semen Padang ketimbang menghadiri duel penentuan juara Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara.

Padahal, pertandingan Persib kontra Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026), diprediksi menjadi pusat perhatian pada pekan terakhir kompetisi. Persib hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan gelar juara musim ini.

Di waktu bersamaan, Borneo FC juga masih memiliki peluang menjadi juara dan akan menjalani laga krusial menghadapi Malut United.

Namun di tengah ketatnya perebutan gelar, Herdman memastikan dirinya akan berada di Jakarta International Stadium (JIS) untuk melihat langsung pertandingan Persija.

Rayhan Hannan Masuk Radar Timnas

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Herdman ingin melihat lebih dekat perkembangan pemain muda Persija, Rayhan Hannan, yang belakangan mulai mencuri perhatian.

“Saya akan menonton Persija, saya akan menyaksikan pertandingan itu. Saya akan melihat Rayhan Hannan lebih dekat, saya ingin melihatnya secara langsung,” ujar Herdman di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurut Herdman, pengamatan langsung dibutuhkan untuk melihat respons pemain saat tampil di bawah tekanan, terutama ketika mengetahui dirinya sedang diawasi tim pelatih Timnas Indonesia.

“Dia sudah menunjukkan perkembangan bagus, tapi saat pelatih kepala hadir dan Anda tahu sedang diawasi, apakah Anda masih bisa tampil? Itu langkah penting,” kata Herdman.

Tak hanya Rayhan Hannan, Herdman juga mengungkap ada sejumlah pemain Persija lain yang masuk radar menjelang agenda Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026.

“Ada beberapa pemain lain di Persija yang menarik perhatian saya. Saya juga jelas soal pemain yang tidak terpilih untuk jendela ini dan yang masuk pertimbangan untuk Juli,” ungkapnya.

Herdman Hindari Tekanan Tambahan

Herdman menegaskan keputusannya tidak hadir di Bandung maupun Samarinda juga dilakukan untuk menghindari tekanan tambahan kepada pemain Timnas yang sedang berjuang membawa klub masing-masing meraih gelar.

“Saya tahu ini pertandingan besar bagi Persib. Jadi tidak ada tekanan pada mereka, dan saya juga tidak akan ke Borneo untuk memberi tekanan ekstra pada pemain mereka. Saya akan netral dan membiarkan para pemain bertarung,” jelasnya.

Pelatih berusia 50 tahun itu menilai persaingan gelar yang berlangsung hingga pekan terakhir menjadi sinyal positif bagi atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia.

Menurut Herdman, antusiasme publik terhadap perebutan gelar menunjukkan liga domestik memiliki perhatian besar dari suporter.

“Seberapa bagusnya bagi Indonesia memiliki hari terakhir di mana segalanya menentukan? Saya pikir ini menunjukkan seberapa menariknya liga ini dan seberapa pentingnya liga ini bagi negara kita,” ucap Herdman.

“Saya yakin, apakah orang-orang penggemar Persib atau Borneo atau tidak, mereka akan menonton. Ini akan fantastis. Jadi saya harus tetap netral. Jadi saya akan ke Persija,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.