TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan ketersediaan hewan kurban bagi masyarakat dalam kondisi aman dan mencukupi.
Hingga pertengahan Mei 2026, tim pengawas telah memeriksa sekitar 400 ekor sapi dan 300 ekor kambing yang tersebar di sejumlah titik penampungan ternak di wilayah Kepulauan Meranti.
Kepala DKPP Kepulauan Meranti, Ifwandi, mengatakan mayoritas hewan kurban yang masuk ke daerah tersebut dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.
Namun, petugas masih menemukan beberapa ternak yang belum memenuhi syarat usia kurban.
“Secara umum kebutuhan hewan kurban masyarakat masih tercukupi dan kondisi ternak juga sehat. Hanya saja, di lapangan masih ditemukan beberapa hewan yang belum memenuhi ketentuan usia minimal untuk kurban,” ujar Ifwandi.
Secara umum dikatakannya kebutuhan riil hewan kurban di Meranti umumnya berada di kisaran 1.000 hingga 1.100 ekor per tahun, yang didominasi oleh sapi dan kambin
Ia menegaskan, syarat usia hewan kurban menjadi perhatian penting agar ibadah masyarakat berjalan sesuai syariat Islam.
Karena itu, pihaknya meminta peternak maupun pedagang lebih selektif sebelum menjual ternak kepada masyarakat.
“Kami mengimbau pedagang dan peternak agar memastikan hewan yang dijual benar-benar memenuhi syarat kurban, termasuk dari sisi umur. Ini penting untuk menjaga keabsahan ibadah masyarakat,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan Iduladha tahun ini, sebagian besar hewan kurban di Kepulauan Meranti didatangkan dari luar daerah seperti Dumai, Siak, Pekanbaru hingga Padang. DKPP bersama tim gabungan pun memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk pelabuhan guna memastikan ternak yang masuk bebas penyakit.
Pengawasan dilakukan bersama dokter hewan, Balai Karantina, TNI, Polri, Satpol PP dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Langkah ini sekaligus mengantisipasi penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).
“Setiap ternak yang masuk wajib melalui pemeriksaan kesehatan dan skrining ketat. Sampai saat ini belum ditemukan indikasi penyakit menular pada hewan kurban yang diperiksa,” jelasnya.
DKPP memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga pelaksanaan Iduladha selesai, termasuk pemeriksaan antemortem dan postmortem untuk menjamin hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak. (tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)