Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Duel dua pelajar terjadi di Jalan Raden Pemuka, Gang Masjid, Lingkungan 2, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Senin (25/5) sekitar pukul 11.15 WIB
Korban berinisial V (13) mengalami luka tusuk serius di bagian perut dan pinggang hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moloek untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Sementara itu, terduga pelaku yang juga masih berusia 13 tahun berinisial KAS kini sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Camat Way Halim Darwono membenarkan kejadian tersebut. Menurut informasi yang diterima, insiden memilukan ini bermula ketika kedua remaja tersebut terlibat perkelahian satu lawan satu di tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam duel tersebut, posisi pelaku KAS diduga mulai terdesak oleh korban. Gelap mata, KAS nekat mencabut sebilah pisau dapur yang ternyata sudah ia selipkan di pinggangnya. "Pelaku langsung mencabut pisau dapur di pinggangnya," ujarnya.
Tanpa ragu, senjata tajam tersebut langsung dihunuskan ke arah perut dan pinggang korban V.Seketika itu juga, korban langsung ambruk dan bersimbah darah di jalanan.
Mendapat laporan dari warga, pihaknya bersama petugas gabungan dari Polsek Sukarame langsung meluncur dan mengamankan lokasi kejadian. Polisi bergerak cepat membekuk pelaku KAS tanpa perlawanan.
Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa satu bilah pisau dapur yang digunakan untuk menusuk korban.
Selain pihak kepolisian, sejumlah pemangku kepentingan tingkat wilayah juga turun langsung ke lapangan guna memantau situasi di TKP dan menenangkan warga sekitar.
Petugas saat ini sedang memeriksa dan mengambil keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian, di antaranya dua remaja berinisial PG (13) dan F (13).
Pasca kejadian, situasi di sekitar lokasi dilaporkan sudah kembali lancar, aman, dan kondusif.
Sebelumnya, pamong Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, bergerak cepat mencegah aksi tawuran pelajar yang melibatkan siswa SMAN 7 Bandar Lampung dan SMAN 14 Bandar Lampung.
Insiden itu terjadi di Jalan Turi, Perumahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Jumat (22/5) sekitar pukul 13.30 WIB, usai jam pulang sekolah.
Dalam kejadian tersebut, seorang pelajar berinisial ARPB (17) berhasil diamankan warga bersama anggota Polsek Kemiling. Remaja itu diketahui merupakan siswa SMAN 14 Bandar Lampung dan warga Kemiling Raya.
Situasi sempat memanas dan membuat warga sekitar panik, hingga berupaya membubarkan kelompok pelajar yang terlibat tawuran.
Camat Kemiling Andi Syaputra Kesuma bersama aparat kelurahan, ketua RT, dan petugas linmas turut turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi.
Pihak kecamatan kemudian melakukan mediasi bersama Polsek Kemiling dengan menghadirkan pihak sekolah, yakni wakil kesiswaan SMAN 7 dan SMAN 14 Bandar Lampung, lurah, serta orang tua pelajar terkait.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kecamatan juga berpatroli di sekitar lokasi kejadian serta membubarkan kerumunan pelajar di kawasan depan SPN.
“Selanjutnya kami patroli wilayah dan membubarkan kerumunan anak-anak SMA di depan SPN,” pungkas Andi. (dom)
Tewas Bersimbah Darah
Seorang pemuda tewas bersimbah darah akibat tawuran antara dua kelompok remaja di Bandar Lampung. Korban inisial FS (22) meninggal akibat terkena sabetan senjata tajam di bagian kepala.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay mengatakan korban meninggal dunia usai terlibat bentrokan dua kelompok remaja di kawasan Kecamatan Bumi Waras, Minggu (10/5) malam.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Graha Husada akibat luka robek serius di bagian kepala sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Sebelum meninggal dunia korban bersama sejumlah rekannya berkumpul di sekitar daerah Sawah Brebes, kelompok tersebut dikenal dengan nama Tongkrongan Lai atau Tolai,” kata Alfret, Selasa (12/5).
Polisi mengungkap bentrokan itu bermula dari aksi saling tantang antara kelompok Tolai dengan kelompok Gerabak-gerubuk Lampung atau GG Lampung melalui DM Instagram.
Kedua kelompok kemudian sepakat melakukan tawuran di Jalan Yos Sudarso, Bumi Waras, tepatnya di sekitar kawasan samping Cafe Otelo atau seberang RS Budi Medika.
Sekitar 20 orang dari kelompok Tolai bergerak menuju lokasi menggunakan sepeda motor.
Korban FS diketahui mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam dengan posisi paling depan bersama tiga rekannya, yakni RD, DN, dan AL yang berboncengan empat orang. Setibanya di lokasi, kelompok Tolai sempat mencoba menyerang kelompok GG Lampung.
Namun kelompok lawan melarikan diri masuk ke area permukiman warga sehingga rombongan Tolai sempat meninggalkan lokasi.
Tak lama kemudian, korban bersama tiga rekannya kembali lagi ke lokasi tawuran dengan maksud menyerang balik kelompok lawan.
Di situlah insiden maut terjadi. Saat melintas di lokasi, korban bertemu dengan pelaku berinisial JK (16), remaja asal Bumi Waras yang membawa senjata tajam jenis parang. Pelaku kemudian mengayunkan senjata tajam ke arah korban hingga mengenai bagian atas kepala korban.(byu)
( Tribunlampung.co.id )