Sejarah Padang Arafah, Tempat Bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa yang Kini Jadi Tempat Puncak Ibadah Haji
Moh. Habib Asyhad May 26, 2026 12:34 PM

Sejarah Padang Arafah tak bisa dilepaskan dari riwayat Nabi Adam dan Siti Hawa juga Nabi Muhammad. Kini menjadi lokasi puncak ibadah haji.

---

Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini

---

Intisari-Online.com -Sejarah Padang Arafah tak bisa dilepaskan dari riwayat Nabi Adam dan Siti Hawa. Sejarah Padang Arafah juga tak bisa dilepaskan dari puncak ibadah Haji.

Banyak yang mengira bahwa tawaf mengelilingi Ka’bah adalah puncak ibadah haji. Bukan, puncak ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah. Bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan ibadah haji, setiap 9 Dzulhijjah disunnahkan puasa Arafah.

Secara harfiah, wukuf artinya berhenti.

Dalam khasanah per-haji-an, wukuf adalah salah satu rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Karena itulah seorang muslim tidak dikatakan menunaikan ibadah haji jika tidak melaksanakan wukuf.

Menurut Rahmat Sunnara dalam buku A-Z Seputar Ibadah Haji dan Umrah, ibadah wukuf dilaksanakan dengan berdiam diri dan berdoa di Padang Arafah dari pagi hari hingga menjelang Maghrib. Saat malam datang, jamaah haji bermalam di Muzdalifah.

Selama wukuf, setiap muslim akan merenungkan segala dosa dan memanjatkan doa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Lebih dari itu, Padang Arafah adalah salah satu tempat suci bagi umat Islam yang memiliki sejarah mendalam. Ada sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi di padang yang sangat luas ini.

Nama Arafah berasal dari kata arafa dalam bahasa Arab, yang berarti mengerti, tahu, atau paham akan sesuatu. Menurut pendapat lain, nama Arafah berasal dari kata i’tiraf yang berarti pengakuan dosa dari jamaah haji ketika wukuf.

Padang Arafah punya sejarah yang begitu panjang. Masih menurut Sunnara, Padang Arafah adalah tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa setelah sekian lama terpisah usai diturunkan dari surga.

Di Padang Arafah ada satu tempat yang dikenal sebagai Jabal Rahmah. Jabal artinya gunung, sementara rahmah artinya kasih sayang. Sejumlah ulama sepakat bahwa Jabal Rahmah di Padang Arafah merupakan tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa sebagai simbol kasih sayang dan cinta kasih keduanya.

Di situ, otoritas setempat membangunkan sebuah tugu yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar 1,8 meter dan tinggi 8 meter. Lokasi tugu tersebut dipercaya sebagai titik bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa.

Juga menurut Sunnara, Padang Arafah adalah tempat Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbah yang terakhir kali, yang dikenal sebagai Khutbah Wada atau khutbah perpisahan. Tak lama setelah khutbah itu, Nabi Muhammad wafat.

Padang Arafah berupa hamparan padang pasir dikelilingi bukit-bukit, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama. Luas Padang Arafah mencapai sekitar 12 kilometer persegi.

Saking luasnya, Padang Arafah mampu menampung 2,5 juta jamaah haji dalam satu waktu. Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Mekkah.

Di Padang Arafah ada sebuah masjid, Masjid Namirah namanya. Berdasarkan informasi dari situs Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Masjid Namirah terletak di perbatasan Kota Mekkah dan Arafah. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah memperluas masjid ini menjadi 124.000 meter persegi sehingga bisa menampung hingga 300 ribu jamaah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.