Fakta Baru Ledakan Pabrik Kimia di Cilegon, Satu Pekerja Terluka Diduga Tersambar Air Panas
Feryanto Hadi May 26, 2026 02:24 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, CILEGON- Ledakan yang terjadi di pabrik kimia PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI) di Jalan Raya Cilegon-Merak, Kota Cilegon, Banten, mulai menemukan titik terang.

Pihak perusahaan menduga sumber insiden berasal dari reaksi pada steam turbine yang berada di area produksi pabrik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (25/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Ledakan itu sempat membuat warga sekitar panik setelah terdengar suara dentuman cukup keras.

Tak lama setelah ledakan terjadi, kepulan asap putih terlihat membubung tinggi dari area pabrik.

Asap tersebut bahkan dapat terlihat jelas dari kawasan permukiman warga di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah warga mengaku khawatir karena asap yang muncul disertai bau menyengat.

Video dan foto kejadian pun dengan cepat beredar di media sosial.

Dalam rekaman warga, terlihat asap putih pekat keluar dari area industri PT MCCI.

Penjelasan manajemen

Pihak perusahaan kemudian memberikan penjelasan awal terkait insiden tersebut.

Public Relations PT MCCI, Dhimas Saputro, mengatakan dugaan sementara ledakan berasal dari sistem steam turbine.

Menurut dia, asap putih yang terlihat bukanlah api maupun ledakan bahan kimia berbahaya.

Dhimas menjelaskan asap yang membumbung ke udara diduga merupakan uap air dari sistem tersebut.

“Informasi awal yang kami terima, itu efek dari steam turbine kami. Yang terlihat putih itu air,” ujar Dhimas kepada wartawan.

Meski begitu, perusahaan belum dapat memastikan penyebab utama kejadian secara detail.

Saat ini tim teknis internal masih melakukan pemeriksaan di area pabrik.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah ada kerusakan pada instalasi produksi maupun peralatan lainnya.

Perusahaan juga masih mengumpulkan data dari lokasi kejadian.

Selain itu, PT MCCI membantah kabar yang menyebut terjadi dua kali ledakan di area pabrik.

Menurut Dhimas, ledakan hanya terjadi satu kali.

Ledakan itu disebut berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB.

“Informasi dua kali ledakan tampaknya tidak benar. Sejauh ini hanya satu kali kejadian,” katanya.

Meski demikian, perusahaan belum dapat memastikan kandungan asap putih yang sempat membuat warga khawatir.

Pasalnya, beberapa warga mengeluhkan bau tidak sedap setelah asap menyebar ke udara.

Pihak perusahaan kini masih berkoordinasi dengan tim teknis untuk memastikan apakah asap tersebut murni berasal dari uap air atau bercampur unsur lain.

Dhimas menegaskan perusahaan akan terbuka terkait hasil investigasi internal nantinya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kepanikan yang timbul akibat kejadian tersebut.

Menurutnya, perusahaan akan bertanggung jawab apabila ditemukan adanya dampak terhadap warga sekitar.

“Kami memohon maaf atas kejadian ini dan akan berupaya maksimal agar ke depan tidak terulang kembali,” ucap Dhimas.

Sementara itu, satu pekerja dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis di puskesmas terdekat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Azis Setia Ade, mengatakan korban diduga terkena semburan air panas saat ledakan terjadi di dalam area pabrik.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.