BOLASPORT.COM - Pergantian pelatih kepala Persib Bandung dari Bojan Hodak ke Igor Tolic tidak hanya menguras emosi Bobotoh, tapi juga dari para pemain Pangeran Biru.
Kapten Persib Bandung, Marc Klok menjadi salah satu yang paling sedih atas kehilangan Bojan Hodak di ruang ganti.
Marc Klok mengaku bersyukur atas kebersamaan indah bersama Bojan Hodak.
Melalui pesan sarat makna, Marc Klok mengungkapkan rasa hormat setinggi-tingginya pada Bojan Hodak.
Sang pemain juga mengaku sempat kehilangan kata-kata untuk menggambarkan betapa berartinya Bojan Hodak dalam karier sepak bolanya.
"Saya bahkan tidak tahu harus mulai dari mana," buka Marc Klok soal memorinya bersama Bojan Hodak dalam akun Instagram pribadinya pada Senin (25/5/2026).
"Tiga tahun. Tiga gelar juara. Dan tidak sekali pun, tidak satu hari pun Anda berhenti menjadi diri Anda yang sebenarnya," imbuhnya.
Marc Klok mengagumi keteguhan prinsip Bojan Hodak selama melatih Persib Bandung.
Menurutnya, pelatih asal Kroasia tersebut jadi figur yang sudah kebal terhadap tekanan dari pihak luar.
"Anda datang dengan visi Anda sendiri, cara Anda sendiri, kebenaran Anda sendiri," ujar Marc Klok.
"Kebisingan tidak pernah menyentuh Anda. Kritik membal balik. Sorotan tidak pernah mengubah Anda."
"Anda hanya terus menjadi seorang Bojan. Dan hal itu, lebih dari trofi apa pun, adalah apa yang membuat orang-orang mengikutimu," imbuhnya.
Marc Klok juga mengungkapkan bahwa tiga tahun bersama Bojan Hodak tidak hanya terbaik dalam kariernya, tetapi juga paling berarti.
"Apa yang kita bangun bersama dalam tiga tahun itu," ujar Klok.
"Saya akan membawanya di sepanjang sisa karier saya. Itu bukan sekadar tahun-tahun yang baik."
"Itu adalah tahun-tahun yang luar biasa."
"Tahun yang akan Anda tengok kembali ketika semuanya telah berakhir dan berpikir, saat itulah momen yang paling berarti," kenang Klok emosional.
Marc Klok juga menganggap Bojan Hodak sebagai sosok ayah yang mampu menyatukan ruang ganti.
"Anda lebih dari sekadar pelatih. Bagi begitu banyak anak-anak ini, Anda menjadi seorang ayah sepak bola. Cara Anda menyatukan ruang ganti itu, dengan kejujuran, dengan hati, dengan tatapan yang mengatakan segalanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun — adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," jelas Klok.
Pemain keturunan Belanda ini juga sempat berseloroh mengenai perannya di internal tim yang kadang harus ikut melerai ketegangan demi menjaga keharmonisan skuad di bawah kepemimpinan Bojan.
"Tentu, mungkin saya sempat menengahi sekali atau dua kali untuk menjaga kedamaian. Mungkin saja. Tapi Anda tahu sama baiknya dengan saya, mereka tidak hanya menghormati Anda. Mereka mencintai Anda. Para pemain. Staf. Para penggemar. Setiap orang tanpa terkecuali," tambahnya.
Karakter Bojan yang apa adanya, tanpa kepura-puraan di tengah industri sepak bola modern yang penuh dengan kepalsuan, menjadi poin paling berkesan bagi sang kapten.
"Dan semuanya bermuara pada satu hal. Anda nyata. Sepenuhnya, tanpa kompromi, dan secara indah tampil nyata. Di dunia yang penuh dengan kebisingan, sandiwara, dan topeng, Anda tidak pernah memakai satu pun," puji Klok mendalam.
Sebagai penutup, Klok menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas segala pengorbanan, petuah, serta ketegasan Bojan yang selalu memprioritaskan integritas tim di atas kenyamanan pribadi.
"Terima kasih, Bos. Untuk segalanya yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Untuk setiap percakapan, setiap keputusan, setiap momen saat Anda memilih hal yang benar dibandingkan hal yang mudah. Bandung akan mencintaimu selamanya. Dan begitu juga saya," pungkasnya.