Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Semangat berkurban umat Muslim di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah tergolong tinggi.
Sebanyak 214 ekor sapi dan 99 ekor kambing disembelih dengan nilai ekonomi yang ditaksir menembus angka Rp 2 miliar.
Ketua II Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Sikka, Haji Amir Djonu, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi kurban dari masyarakat di berbagai wilayah di Kabupaten Sikka.
"Untuk perayaan Idul Adha tahun ini, jumlah hewan kurban yang terkumpul mencapai 214 ekor sapi dan 99 ekor kambing. Jika dikonversi ke dalam nilai rupiah, totalnya mencapai lebih dari Rp 2 miliar," ujar Amir saat ditemui di Maumere, Rabu (27/5/2026) usai menunaikan salat Idul Adha.
Amir menjelaskan, distribusi daging kurban ini tidak hanya menyasar warga kurang mampu di lingkungan umat Muslim, tetapi juga dibagikan kepada tetangga sekitar yang non-Muslim sebagai wujud mempererat tali persaudaraan.
Baca juga: 4 Tahun Tekuni Ternak Kambing, Abidin Siapkan Hewan Kurban Terbaik Jelang Idul Adha di Labuan Bajo
Pelaksanaan Shalat Idul Adha dipusatkan di Lapangan Kota Baru, Maumere, pada Rabu pagi. Ribuan umat hadir mengikuti ibadah yang dipimpin oleh Imam Masjid Kota Uneng, Ustad Haji La Iluh, dengan Ustad Abdul Azis bertindak sebagai khatib.
Lokasi pelaksanaan shalat tahun ini kembali menarik perhatian karena letaknya yang berada tepat di depan Gereja GMIT Kalvari Maumere. Pemandangan ini menjadi potret harmoni toleransi beragama di Kabupaten Sikka yang terus terjaga.
Dalam khotbahnya, pesan tentang pentingnya persatuan menjadi poin utama. Amir Djonu menegaskan bahwa perbedaan keyakinan seharusnya tidak menjadi sekat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
"Garis besar dari isi khotbah tadi adalah kita harus bersatu. Apa pun agamanya, apa pun sukunya, sebagai manusia kita harus bersatu. Jika kita satu, Sikka ini bisa kita bangun bersama," tegas Amir.
Menurutnya, semangat berkurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum untuk merekatkan kembali persatuan dan kesatuan antarumat beragama di tengah masyarakat Kabupaten Sikka.