Salat Id di Huntara Warga Padasari Tegal, Sairah Teringat Rumahnya yang Hancur
khoirul muzaki May 27, 2026 02:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL- Suasana di kawasan Hunian Sementara (Huntara) korban tanah bergerak Desa Padasari terasa sangat berbeda pada Rabu (27/5/2026). 


Sejak pukul 05.29 WIB warga sudah lalu lalang menuju ke Masjid Raya Huntara masuk Desa Capar, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal untuk melaksanakan salat Idul Adha. 


Ibu-ibu kompak mengenakan mukena dan beberapa sambil membawa tikar ataupun karpet sebagai alas untuk salat. 


Bapak-bapak juga tidak kalah kompak memakai atasan kemeja koko dipadukan sarung dan peci. 


Salat Idul Adha tahun ini sangat berbeda karena kali pertama warga Desa Padasari melaksanakan di Masjid Raya Huntara pasca bencana tanah bergerak yang melululantahkan desa pada Februari 2026 lalu. 


Suasana haru terasa ketika dua orang wanita paruh baya berjalan beriringan menggunakan mukena sederhana menuju ke masjid. 


Keduanya sama-sama mengutarakan perasaanya pertama kali salat Idul Adha di Hunian Sementara. 


Warga Desa Padasari yang tinggal di Huntara Blok H, Sairah (59), mengakui perasaannya campur aduk antara sedih tapi juga senang dan bahagia. 


Adapun hal yang membuat senang dan bahagia, Sairah bisa bertemu dengan warga lain yang mungkin sebelumnya tidak pernah bertemu karena beda RT ataupun RW. 


Selain itu, Sairah juga senang karena pasca bencana tanah bergerak rumahnya hancur dan tidak ada yang tersisa, sedangkan saat ini sudah ada tempat tinggal meskipun kecil namun tetap ia syukuri. 


"Kali pertama salat Idul Adha di sini (Huntara) rasanya campur aduk. Senangnya karena bisa bertemu warga lain dan sudah ada tempat tinggal. Sedihnya kalau saya melihat ke Desa Padasari teringat rumah yang kini sudah rata tak bersisa dan peristiwa tanah bergerak," cerita Sairah, pada Tribunjateng.com. 


Sambil tersenyum penuh harap, Sairah mengaku dalam lubuk hati terdalam ia ingin bisa tinggal kembali di lokasi rumahnya terdahulu. 


Tapi karena rumahnya sudah hancur tidak tersisa dan lokasi yang tidak aman ditinggali lagi, Sairah pada akhirnya mengikhlaskan dan menunggu hunian tetap di lokasi baru. 


"Saya tetap bekerja di pertanian jagung karena sebelumnya juga demikian. Ya untuk ke lokasi menggunakan angkutan sehingga ada pengeluaran biaya ongkos," ujar Sairah. 


Hal serupa disampaikan warga Desa Padasari yang tinggal di Huntara Blok A, Umiyati (60), juga merasa senang sekaligus terharu karena bisa melewatkan Hari Raya Idul Adha. 


Apalgi di Huntara mendapat bantuan satu ekor sapi dari Presiden Prabowo Subianto dan satu ekor sapi dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. 


Belum lagi hewan kurban lainnya yang juga diberikan ke warga Desa Padasari. 


Sebelumnya ia tinggal di RT 6/RW2, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. 


Sedangkan di Huntara, Umiyati tinggal di blok A. 


"Saya baru tau kalau ada Gubernur dan Bupati ikut salat Idul Adha di sini. Ya bahagia karena dapat sapi kurban dari Presiden dan Gubernur. Alhamdulilah bisa merasakan daging kurban meskipun suasana dan kondisinya berbeda," tutur Umiyati. (dta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.