TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ujang Mulyana (40) ayah bayi perempuan yang meninggal di dalam kandungan istrinya, Rosita (39) masih belum sepenuhnya menerima nasib nahas ini.
Dia mengunggah keluh kesahnya atas pelayanan Rumah Sakit Pakuwon yang menurutnya buruk di media sosial. Bukannya mendapat simpati karena banyinya meninggal dunia, Ujang malah kena rujak netizen.
Dia mengaku mendapat banyak komentar negatif di FB, di antaranya komentar yang menyudutkannya mengandalkan hidup dari bantuan pemerintah termasuk urusan persalinan.
Padahal, Ujang tidak pernah sedikitpun lengah untuk mempersiapkan persalinan anak pertamanya itu.
Bahkan dia sudah memikirkan untuk biaya akikah jika anaknya lahir selamat.
"Ya ada BPJS yang dibayar pemerintah. Komen orang katanya suaminya (mokondo), padahal saya sudah menyiapkan, maka banyak bikin kesal (komentar),"
"Ya pakai biaya, meski bayi (dikover BPJS) tetap saja pakai biaya. Komentar di FB bikin nyesek, makanya saya hapus postinganya," katanya.
Akhirnya, bayi perempuan itu meninggal di dalam kandungan. Bayinya dilahirkan dalam keadaan normal, namun sebelum lahir, bidan di Puskesmas menyebutkan Detak Jantung Janin (DJJ) sudah tidak terdeteksi.
"Bidan sudah mengatakan, Pak kalau-kalau ini bayi lahir tak bernyawa, soalnya detaknya sudah tidak terdeteksi," kata Ujang Mulyana (40) saat menceritakan pengalamannya mendampingi Rosita sang istri dalam detik-detik persalinan.
Kepada TribunJabar.id, Rabu (27/5/2026), warga Dusun Kaum RT02/05, Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang itu menjelaskan bayinya sungsang menurut diagnosa Puskesmas.
Karena itu, Rosita dirujuk ke RS Pakuwon.
Dalam kondisi badannya yang lemah, Rosita pergi diantar mobil ke Puskesmas itu, kejadian ini pada Rabu (13/5/2026).
Di RS Pakuwon, Rosita malah ditolak untuk melakukan caesar, padahal rujukannya jelas.
Menurut Ujang, ketika itu, dokter yang menangani sedang ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, dan dokter pengganti tidak kompeten untuk mengambil keputusan persalinan caesar.
Sang bayi dinyatakan meninggal dunia di dalam kandungan saat ditangani di Puskesmas Darmaraja, Jumat (22/5/2026) pukul 10.00 WIB.
Humas RS Pakuwon Sumedang, Tony Chowalidin saat dikonfirmasi Tribun Jabar.id, Rabu petang, belum memberikan keterangan terkait hal ini.
"Nanti ya, saya izin dulu ke Direktur," katanya.(*)
Baca juga: UPDATE Bayi Meninggal dalam Kandungan, RS Pakuwon Datangi Rumah Korban, Ayah Bayi: Tak Ada Santunan