Baru Pertama Kali, Lurah Ngentakrejo Kulon Progo Ngaku Grogi Hadapi Sapi Kurban dari Presiden
Yoseph Hary W May 27, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Presiden RI Prabowo Subianto turut memberikan sapi kurban untuk wilayah Kulon Progo. Sapi jenis Peranakan Ongole (PO) tersebut disalurkan untuk 4 kalurahan yaitu Ngentakrejo dan Gulurejo di Kapanewon Lendah serta Tuksono dan Srikayangan di Sentolo.

Penyembelihan sapi kurban dari Prabowo tersebut dilakukan di dekat Lapangan Ngentakrejo, Padukuhan Pereng. Prosesnya berlangsung pada Rabu (27/05/2026) siang, di puncak Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Sapi dijaga warga

Lurah Ngentakrejo, Sumardi mengatakan sapi tersebut datang pada Senin (25/05/2026) siang. Sapi itu langsung ditempatkan di sebelah Masjid Al-Ma'un Pereng, sisi barat dari Lapangan Ngentakrejo.

"Begitu sampai, langsung diserahkan ke warga dan takmir masjid untuk menjaga sapi itu," katanya.

Sapi bernama Seto dengan bobot sekitar 838 kilogram (kg) dan tinggi 170 centimeter (cm) itu dijaga dan dipantau kondisinya oleh warga. Tujuannya agar kondisinya tetap baik saat disembelih pada puncak Iduladha.

Pertama kali, lurah grogi

Sumardi mengaku, selama ia menjabat, baru kali ini wilayah Ngentakrejo mendapat bantuan sapi kurban dari orang nomor satu di Indonesia. Ia pun sempat merasa canggung saat berhadapan dengan sapi itu.

"Agak grogi karena sapinya dari Presiden langsung, tidak seperti biasanya," ujarnya.

Beruntung, proses penyembelihan sapi Seto berjalan lancar tanpa banyak kendala. Sumardi mengatakan daging kurban dari sapi tersebut akan dibagi ke 6 titik, sesuai ketentuan.

Setiap titik terdapat sekitar 120 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi penerima. Artinya total akan ada sekitar 600 KK yang mendapatkan daging kurban dari sapi pemberian Presiden.

"Setiap KK akan mendapat sekitar setengah kilo daging," ungkap Sumardi.

Perawatan ekstra di peternak

Sapi Seto berasal dari Sutarna, peternak yang menetap di Padukuhan Lengkong, Kalurahan Donomulyo, Kapanewon Nanggulan. Seto terpilih setelah proses seleksi ketat.

Sutarna mengatakan Seto mendapat perawatan ekstra berupa 3 kali makan dalam sehari serta vaksin rutin. Tak lupa obat cacing turut diberikan demi mencegah infeksi cacing hati.

"Perawatan ekstra diperlukan agar sapi pilihan Presiden dalam keadaan sehat dan bisa memiliki bobot besar," jelasnya pada wartawan.

Rupanya, bukan kali ini sapi dari Sutarna lolos menjadi sapi kurban bantuan lewat Presiden. Sebelumnya di 2023 lalu, sapi bernama Bimo miliknya juga berhasil lolos menjadi sapi kurban dari Presiden.

Sapi Seto sendiri terjual seharga Rp 80 juta. Uang hasil penjualan akan dipakai oleh Sutarna untuk pengembangan peternakan sapi yang telah ia kelola sejak lama.

"Apalagi saya akan segera pensiun dan membutuhkan kesibukan lain sebagai pengganti," kata guru ASN (Aparatur Sipil Negara) ini.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.