Kurban di Masjid Jogokariyan: Eksekusi 148 Hewan Tuntas dalam Lima Jam, Distribusi Lintas Provinsi
Yoseph Hary W May 27, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 80 ekor sapi dan 68 ekor kambing berhasil dieksekusi hanya dalam waktu lima jam oleh Panitia Kurban Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, Rabu (27/5/2026). 

Memulai penyembelihan perdana tepat pukul 08.00 WIB, sinergi ratusan relawan dan tenaga profesional dari Rumah Potong Hewan (RPH) menyudahi seluruh proses tata kelola daging pada pukul 13.00 WIB. 

Selesai lebih cepat dari perkiraan

Durasi ini menjadi catatan penting dalam manajemen kurban berskala besar yang jangkauan distribusinya meluas hingga lintas provinsi.

Keberhasilan merampungkan penyembelihan ratusan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah ini mematahkan proyeksi awal panitia. 

Mengingat adanya peningkatan jumlah shohibul qurban (pekurban) pada tahun ini, rangkaian kegiatan penyembelihan, pengeletan, penimbangan, hingga pengemasan awalnya diprediksi akan berlangsung hingga sore hari.

Panitia Kurban Masjid Jogokariyan, Ahmeda Aulia Nurseta atau yang akrab disapa Edo, sebelumnya memperkirakan proses eksekusi kurban baru akan selesai pada waktu Asar lantaran adanya lonjakan jumlah sapi, berbeda dengan capaian tahun lalu yang sudah rampung pada pukul 14.00.
 
Namun, kendala waktu tersebut berhasil dieliminasi berkat manajemen sumber daya manusia yang presisi.

Rangkaian kegiatan yang diawali dengan upacara serah terima hewan kurban dari pihak pekurban kepada ketua panitia pelaksana ini melibatkan lebih dari 750 relawan dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga warga lanjut usia.

Selain tenaga swadaya masyarakat, panitia juga berkolaborasi dengan lembaga sertifikasi dan RPH guna mempercepat laju penyembelihan secara profesional.

"Jadi sejak kemarin sapi-sapi masih di kandang transit, lalu juga dilakukan penimbangan semua sapinya. Untuk hari ini, penyembelihannya ditangani oleh sekitar 90 jagal/ juru sembelih. Kemudian, 15 orang di antaranya adalah juru sembelih halal yang sudah bersertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Selain itu, untuk tukang keletnya (pengelupas kulit) karena kita mengejar waktu, kita datangkan dari rumah potong hewan. Jadi tukang keletnya adalah tenaga profesional," tutur Edo.

Manfaatkan alat mekanis

Keberhasilan memangkas waktu eksekusi dalam lima jam juga ditopang oleh pemanfaatan alat mekanis. Panitia mengoptimalkan alat perebah khusus yang dijalankan secara bersamaan dengan metode manual untuk menciptakan ritme kerja yang masif dan cepat.

"Restraining box (alat perebah sapi) sudah siap. Karena jumlah sapinya tidak sedikit, nanti penggunaan restraining box ditambah dengan tiga metode perebahan secara manual. Jadi sekali merebahkan, ada empat sapi yang siap disembelih. Di sisi lain, kami juga sudah menyiapkan enam mesin potong tulang untuk mempercepat waktu penyacahan tulang," ungkapnya.

Pada peringatan Idul Adha tahun ini, Masjid Jogokariyan secara keseluruhan menerima amanah sebanyak 160 ekor hewan kurban yang terdiri dari 80 ekor sapi dan 80 ekor kambing. Seluruh ibadah dan syiar Islam tahunan ini dikelola dengan rincian sumber kurban sapi yang meliputi 62 ekor dari jalur kolektif reguler, 11 ekor dari jalur pribadi, 6 ekor sapi kolektif super, serta 1 ekor sapi dari jalur kolektif super duper.

Sebagian dari hewan kurban tersebut dialokasikan secara spesifik untuk menunjang program dakwah. Dari total hewan, 80 sapi dan 68 kambing disembelih penuh pada hari H (Rabu). Kegiatan di bawah koordinasi Masjid Jogokariyan ini menjadwalkan penyembelihan tambahan sebanyak 2 ekor sapi dari jalur kolektif reguler pada esok harinya (Kamis) di lokasi Quran Penguatan Dakwah Remaja Masjid Jogokariyan. 

Sementara itu, 12 ekor kambing lainnya disalurkan khusus untuk mendukung kegiatan penguatan dakwah pedesaan.

Distribusi 90 Titik Lintas Provinsi

Setelah daging kurban ditimbang, panitia langsung mengemas dan mendistribusikannya tanpa jeda. Distribusi tidak hanya difokuskan bagi warga di lingkungan Jogokariyan, tetapi berekspansi ke puluhan titik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Tengah, seperti Pacitan, Purworejo, dan Magelang.

"Distribusinya ini untuk warga Jogokariyan ada sekitar 6.500 orang. Jadi nanti ada 6.500 bungkus yang dibagikan untuk warga Jogokariyan. Selebihnya nanti didistribusikan ke yayasan, lembaga, masjid, hingga sekolahan yang ada di berbagai daerah. Totalnya ada sekitar 90 titik," kata Edo.

Dalam aspek pengemasan logistik, panitia memberlakukan pembedaan wadah sebagai bentuk manajemen yang teratur.

"Kalau jatah untuk sohibul kurban kami menggunakan besek. Tapi kalau jatah untuk pembagian ke warga menggunakan plastik," pungkasnya.
 
Menutup seluruh rangkaian penyembelihan hewan kurban yang berjalan cepat dan efisien, segenap Relawan Qurban Masjid Jogokariyan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pekurban yang telah memercayakan pengelolaan hewan kurbannya. Panitia juga mengapresiasi dedikasi ratusan relawan yang konsisten bergotong royong menyukseskan acara dari awal penyembelihan hingga akhir rantai distribusi.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.