TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel, belum bisa memastikan nama-nama pemain anyar yang akan didatangkan untuk memperkuat Laskar Mataram musim depan.
Menurut Van Gastel, ada beberapa langkah yang akan dilakukan sebelum memutuskan untuk merekrut pemain anyar.
Termasuk di antaranya menyesuaikan anggaran atau kondisi keuangan manajemen klub.
“Kita lihat bagaimana budget-nya. Setelah itu baru kita bisa (memutuskan) membawa pemain (baru) dan beberapa pemain juga akan tetap tinggal,” ucapnya, Kamis (28/5/2026).
Ia menyebut proses pembentukan tim pasti akan sangat bergantung pada kondisi anggaran klub.
Selain mendatangkan pemain baru, ia memastikan ada sejumlah pemain lama yang tetap dipertahankan.
Van Gastel juga mengakui bahwa sejumlah agen pemain telah mulai menjalin komunikasi dengannya untuk menyusun kekuatan tim menghadapi Super League 2026/2027.
Meski demikian, eks pelatih NAC Breda tersebut belum memastikan nama-nama pemain anyar yang akan didatangkan untuk memperkuat Laskar Mataram musim depan.
Van Gastel menegaskan proses pembentukan skuad masih akan dibahas bersama manajemen dalam waktu dekat.
“Saya sudah menyampaikan kepada manajemen mengenai posisi yang ingin saya perbaiki. Kami akan duduk bersama dan melihat bagaimana manajemen mempersiapkan tim untuk saya. Beberapa agen juga sudah terlibat untuk membawa pemain,” ujarnya.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan dirinya merupakan sosok pragmatis dalam membangun tim.
Menurutnya, fokus utamanya adalah memaksimalkan kualitas pemain yang tersedia.
“Saya seorang yang pragmatis. Jadi anda bisa memberi saya tim dan saya akan mencoba mendapatkan hasil terbaik. Pada akhirnya itu tentang jenis pemain yang dimiliki, kekuatan dan kelemahan mereka. Kami harus memaksimalkan kekuatan dan menutupi kelemahannya,” katanya.
Baca juga: Juli Mulai Latihan, PSIM Yogyakarta Mulai Bergerak Sambut Musim Baru
Diketahui, PSIM Yogyakarta memastikan diri tetap bertahan di Super League untuk musim depan.
Laskar Mataram menutup musim perdana mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan finis di peringkat 11 klasemen akhir BRI Super League 2025/2026.
PSIM Yogyakarta mengoleksi 45 poin dari 34 pertandingan hasil 11 kemenangan, 12 kali imbang, dan 11 kekalahan.
Raihan poin tersebut sebenarnya sama dengan Persita Tangerang yang berada di posisi ke-10.
Namun, PSIM Yogyakarta kalah head to head dan agresivitas gol dari Persita.
Sebagai tim promosi, capaian itu menjadi catatan cukup positif bagi perjalanan PSIM Yogyakarta musim ini.
Dari tiga tim promosi yang tampil di Super League 2025/2026, PSIM Yogyakarta menjadi tim dengan performa terbaik kedua.
Bhayangkara FC menjadi tim promosi paling sukses setelah finis di posisi kelima dengan raihan 53 poin.
Sementara Persijap Jepara harus puas berada di posisi 13 dengan 36 poin, dua tingkat di bawah PSIM Yogyakarta.
Meski mampu bertahan di papan tengah klasemen, PSIM Yogyakarta masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah untuk menghadapi musim depan.
Salah satu sorotan utama adalah produktivitas gol yang belum maksimal.
Sepanjang musim 2025/2026, PSIM Yogyakarta mencetak 43 gol dan kebobolan 44 gol.
Catatan tersebut membuat Laskar Mataram memiliki selisih gol minus satu.
Kondisi itu sekaligus menunjukkan lini serang dan efektivitas penyelesaian akhir yang masih perlu ditingkatkan.
Menariknya, top skorer PSIM Yogyakarta musim ini justru berasal dari sektor gelandang.
Ze Valente menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 10 gol, disusul Ezequiel Vidal yang mencetak delapan gol.
( tribunjogja.com/ mur )