BANGKAPOS.COM, BANGKA — Suasana Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Selatan pada Hari Raya Idul Adha tampak sibuk sejumlah pasien korban kecelakaan lalu lintas berdatangan silih berganti untuk mendapatkan penanganan medis.
Di dalam ruangan IGD, seorang pasien terlihat mengalami luka di bagian kepala, sementara pasien lainnya mendapat perawatan pada bagian kaki.
Petugas medis dan perawat tampak sigap bergantian memeriksa kondisi pasien sambil menyiapkan tindakan medis.
Dokter jaga IGD, dr Aiza Ayunisa Sumapraja (27), mengatakan peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas mulai terlihat sejak Idul Adha hingga hari raya berlangsung.
“Hari pertama Idul Adha, tidak butuh waktu lama mulai saya masuk baru dua jam, saya sudah mendapatkan empat pasien yang masuk hari ini. Tiga di antaranya kecelakaan lalu lintas dan rata-rata tidak memakai helm,” kata dr Aiza kepada Bangkapos Kamis (28/5/2026).
Ia menyebut jumlah kasus kecelakaan lalu lintas pada momen Idul Adha kali ini meningkat dibandingkan hari biasanya.
“Kecelakaan lalu lintas ada sembilan kasus mulai hari kemarin sampai hari ini pukul 18.00. Kalau hari biasanya tidak sebanyak ini,”katanya.
Menurut dr Aiza, sebagian besar pasien yang datang mengalami cedera kepala ringan dan menggunakan helm saat berkendara.
“Rata-rata pasien mengalami cedera kepala ringan, saya tanya mereka tidak pakai helm. Sangat berbeda dengan hari-hari sebelum hari raya yang cenderung sedikit pasien kecelakaan,” ujarnya.
Dr Aiza menduga tingginya mobilitas masyarakat untuk bersilaturahmi ke rumah keluarga saat Idul Adha menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.
“Mungkin karena banyak yang silaturahmi ke rumah keluarga jadi kurang hati-hati saat berkendara,” ucapnya.
“Dari kasus yang kami tangani hari ini, sebagian besar kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua yang digunakan masyarakat,” katanya.
Dr Aiza menuturkan tenaga medis tidak hanya bertugas menangani pasien, tetapi juga memberikan rasa tenang kepada keluarga pasien yang datang panik ke rumah sakit.
“Kami harus bisa mengayomi masyarakat juga, terutama keluarga pasien yang kadang datang dalam kondisi panik. Jadi bukan hanya menangani pasien, tapi juga memberikan penjelasan supaya mereka lebih tenang,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di ruang IGD.
“Kadang masyarakat belum terlalu memahami kondisi medis atau prosedur di rumah sakit. Jadi kami berusaha menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama berkendara pada momen hari raya dan tidak mengabaikan keselamatan.
“Walaupun lagi lebaran tetap harus berkendara dengan aman, gunakan helm dan tetap hati-hati di jalan,”katanya.
(Bangkapos.com/Erlangga)