Pemuda Fanimo Sulap Lingkungan Jadi “Kampung Piala Dunia”, Negara Peserta Piala Dunia Hiasi Tembok
Roifah Dzatu Azmah May 30, 2026 09:55 AM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM.MANOKWARI - Semangat menyambut perhelatan Piala Dunia mulai terasa di Kompleks Fanimo (Fanindi Belakang Mall) Fanindi Pantai, Manokwari, Papua Barat.

Para pemuda setempat berinisiatif menyulap lingkungan mereka menjadi “Kampung Piala Dunia”, dengan menghiasi tembok-tembok kosong menggunakan lukisan bendera negara peserta hingga gambar pemain sepak bola dunia.

Suasana kompleks yang sebelumnya dipenuhi coretan liar, kini berubah lebih berwarna dan menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Baca juga: Demam Piala Dunia di Manokwari: Jalan Trikora Wosi Jadi Miniatur Estadio Azteca Mexico City 

Koordinator Kampung Piala Dunia Fanimo, Elim Aronggear mengatakan, ide tersebut muncul dari keresahan para pemuda melihat banyak dinding kosong di lingkungan mereka yang dipenuhi coretan tidak beraturan.

Para pemuda kemudian berinisiatif mengubah tembok-tembok tersebut menjadi karya seni bernuansa sepak bola sekaligus simbol persatuan.

“Terbentuknya Kampung Piala Dunia ini dari kami pemuda di Fanimo. Kami melihat tembok-tembok kosong yang sering dicoret-coret, lalu muncul ide untuk menggambar bendera-bendera dan tokoh pemain bola sebagai pesan untuk menuju dunia,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Elim, proses pengecatan mural sudah dimulai sejak sekitar satu bulan lalu dan dikerjakan secara swadaya oleh para pemuda bersama masyarakat sekitar.

Ia menyebut, kegiatan serupa sebenarnya pernah dilakukan saat perhelatan sepak bola dunia sebelumnya.

“Kami pernah buat juga empat tahun lalu saat Piala Dunia dan Euro. Waktu itu kami menggambar negara-negara yang masuk di benua Eropa,” katanya.

Selain memperindah lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah kreativitas pemuda sekaligus sarana mempererat kebersamaan antarwarga di Kompleks Fanimo.

Baca juga: Warga Fakfak Mulai Ramai Berburu Jersey Piala Dunia 2026: Love Tebal untuk Brazil

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Fanimo, Budi Rumbekwan menegaskan, perbedaan dukungan terhadap tim favorit tidak pernah menjadi pemicu perpecahan di lingkungan mereka.

Menurutnya, sepak bola justru menjadi alat pemersatu masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Perbedaan pilihan negara itu tidak membuat kami terpecah. Justru bola ini mempersatukan kami untuk saling bertukar pikiran dan pendapat. Walaupun berbeda dukungan, kami tetap saling menghargai dan mempererat persaudaraan,” jelasnya.

Budi mengaku bangga karena keberadaan Kampung Piala Dunia Fanimo mulai mendapat perhatian masyarakat luas. Ia menilai kegiatan tersebut sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap kawasan Fanimo.

“Dengan adanya gambar-gambar di tembok ini, orang bisa melihat bahwa Fanimo tidak seperti yang mereka pikirkan sebelumnya. Warga juga sangat antusias ikut membersihkan lingkungan dan mempersiapkan kampung ini agar nyaman dilihat,” tambahnya.

Pemuda Kompleks Fanimo, Raden Fonataba mengatakan masyarakat juga telah menyiapkan dua titik lokasi nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia, yakni di kediaman keluarga Rumbekwan dan keluarga Ayorbaba.

Menurutnya, dukungan masyarakat dan keluarga sangat besar untuk menyukseskan kegiatan tersebut agar seluruh warga dapat menikmati pesta sepak bola dunia bersama-sama.

“Kami tetap mendukung tim kebanggaan masing-masing, tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas. Siapapun yang nanti juara, kami tetap mendukung dengan semangat persaudaraan,” ujarnya.

Baca juga: Jersey Piala Dunia 2026 Mulai Ramai di Pertokoan Jalan Trikora Wosi Manokwari 

Hal senada disampaikan Pemuda Kompleks Fanimo lainnya, Worden Taribaba. Ia mengajak seluruh masyarakat Manokwari menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya Piala Dunia.

“Kami berharap masyarakat bisa menikmati Piala Dunia dengan damai. Boleh berdebat soal tim favorit, tetapi jangan sampai terjadi tindakan anarkis. Kita tunjukkan bahwa Manokwari cinta bola,” katanya.

Worden juga mengajak masyarakat Papua Barat untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport agar kemeriahan pesta sepak bola dunia dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah.

Kehadiran Kampung Piala Dunia Fanimo diharapkan menjadi simbol kreativitas pemuda Manokwari dalam menciptakan ruang positif bagi masyarakat sekaligus mempererat persaudaraan melalui olahraga sepak bola. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.