Tribunlampung.co.id, Empat Lawang - Pengakuan mengejutkan Idham (35) yang membunuh sahabatnya, Agmy (35), lantaran selingkuh dengan istrinya.
Saat menjalani pemeriksaan di Polres Empat Lawang pada Jumat (29/5/2026), pelaku menyebut hubungan dengan korban telah terjalin lama. Korban bahkan dianggap sahabat dan pernah tidur di rumahnya.
“Kenal malah dekat dia itu teman saya sudah dari lama, pernah tidur di rumah,” katanya, dikutip dari TribunSumsel, Sabtu (30/5/2026).
Namun, ia tidak menyangka Agmy berani untuk menjalin hubungan gelap dengan istrinya sendiri dan kerap berkirim pesan melalui aplikasi Facebook Messenger.
Bahkan korban mengaku ingin datang ke rumah karena merasa rindu kepada istri pelaku. Korban juga sempat melakukan panggilan video yang kemudian diangkat oleh sang istri atas perintah pelaku.
Baca juga: Diduga 5 Tahun Selingkuh dengan Aparat Desa, Istri Dilaporkan Suami ke Polisi
Usai komunikasi tersebut, pelaku memancing korban agar segera datang ke rumahnya yang berada di Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo. Di sanalah pelaku menombak langsung korban.
Korban sempat melakukan perlawanan dengan mencoba mengeluarkan senjata tajam miliknya. Namun, pelaku lebih dulu menyerang dengan menikam tubuh korban berkali-kali menggunakan pisau.
“Setelah memastikan korban tewas, pelaku melarikan diri ke arah Kota Lubuklinggau,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pelaku juga menyampaikan penyesalannya atas peristiwa yang telah terjadi. Namun ia mengaku sempat diliputi emosi yang menurutnya dipicu oleh persoalan pribadi yang dihadapi.
“Puas hati karena tidak ada lagi rasa penasaran, tapi saya mengakui jika saya membunuh itu salah, tidak sengaja saya melakukan itu,” ucapnya.
Pernyataan tersebut kini menjadi bagian dari materi pemeriksaan yang sedang didalami oleh penyidik dalam proses hukum yang berlangsung.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kabag Ops Polres Empat Lawang, Kompol Nusirwan, peristiwa bermula dari kecurigaan pelaku terhadap komunikasi yang terjadi antara korban dan istrinya melalui media sosial.
Kecurigaan tersebut kemudian berkembang hingga memicu konflik yang berujung pada pertemuan antara pelaku dan korban di sebuah rumah di wilayah Desa Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo.
Dalam konferensi pers, polisi menjelaskan bahwa pelaku diduga berupaya menghubungi korban menggunakan telepon milik istrinya sebelum akhirnya terjadi pertemuan yang berakhir tragis.
“Saat korban tiba di rumah tersebut, pelaku menyuruh istrinya membukakan pintu belakang bagian dapur.
Setelah istrinya berlari ke ruang tamu, korban yang baru masuk ke dapur langsung ditombak oleh pelaku,” ungkap Nusirwan.
Setelah kejadian, pelaku meninggalkan lokasi dan menuju wilayah lain di luar Kabupaten Empat Lawang. Polisi kemudian melakukan serangkaian langkah penyelidikan dan koordinasi dengan keluarga pelaku.
“Setelah memastikan korban tewas, pelaku melarikan diri ke arah Kota Lubuklinggau,” katanya.
Keesokan harinya, pelaku akhirnya menyerahkan diri kepada aparat kepolisian setelah dilakukan pendekatan kepada pihak keluarga.
Menurut kepolisian, langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya ketegangan maupun kemungkinan aksi balasan dari pihak lain yang dapat memperkeruh situasi.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut guna melengkapi alat bukti dan memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan perkara dapat terungkap secara menyeluruh.