TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Dinas Kesehatan Kota Sorong memperkuat layanan kesehatan jiwa di tingkat fasilitas kesehatan dasar.
Langkah ini dilakukan dengan menyalurkan alat deteksi dini kesehatan jiwa ke 10 puskesmas di wilayah Kota Sorong.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth, menjelaskan bahwa pengadaan alat tersebut telah dimulai sejak tahun 2023 berkat dukungan pemerintah pusat.
Tujuannya adalah meningkatkan deteksi dini gangguan kesehatan jiwa langsung di tengah masyarakat.
Baca juga: Gempur Kasus TBC, Pemkab Sorong Selatan Prioritaskan Sanitasi di 5 Distrik Pesisir
Sebelum adanya alat ini, layanan pemeriksaan kesehatan jiwa di puskesmas maupun rumah sakit sangat terbatas karena minimnya peralatan yang memadai.
"Sejak tahun 2023, kami mulai mengadakan alat ini untuk 10 puskesmas agar pemeriksaan dan deteksi dini gangguan kejiwaan bisa dilakukan langsung di tingkat dasar," ujar Jemima kepada Tribunsorong.com, Sabtu (30/5/2026).
Jemima menegaskan, kesehatan jiwa memerlukan perhatian serius karena data lapangan menunjukkan jumlah penderita gangguan jiwa di Kota Sorong terus meningkat setiap tahun.
Kehadiran alat deteksi ini diharapkan mempermudah dan mempercepat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa.
"Kami berharap masyarakat memanfaatkan layanan ini. Jika ditemukan indikasi gangguan kejiwaan, pasien bisa segera ditangani atau dirujuk untuk pengobatan lebih lanjut," tambahnya.
Baca juga: Kepala Daerah se-Papua Kompak Deklarasi Perang Lawan TBC dan Kawal Program Makan Bergizi
Selain 10 puskesmas yang sudah menerima alat, Dinas Kesehatan juga berencana menambah satu unit alat lagi untuk Puskesmas Sorong Kota yang merupakan fasilitas baru.
Sementara untuk tingkat rumah sakit, layanan kesehatan jiwa telah didukung oleh klinik khusus dan dokter spesialis.
Dinas Kesehatan berkomitmen untuk terus melengkapi kebutuhan peralatan serta sumber daya manusia (SDM) medis.
Jemima memastikan seluruh layanan pemeriksaan kesehatan jiwa di puskesmas tersebut dapat diakses oleh masyarakat secara gratis.
"Semua pemeriksaan di puskesmas gratis. Alat yang kami salurkan ini digunakan untuk melayani masyarakat tanpa dipungut biaya," tegasnya.
Melalui penguatan layanan ini, Pemkot Sorong berharap penanganan gangguan kejiwaan dapat dilakukan lebih cepat demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (tribunsorong.com/ismail saleh)