Laju Pertumbuhan Penduduk Kalsel Karena Kelahiran Meningkat dan Kematian Menurun
Irfani Rahman May 31, 2026 07:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-  Rata-rata tahunan laju pertumbuhan penduduk Provinsi Kalimantan Selatan selama lima tahun terakhir sebesar 1,26 persen dengan rasio ketergantungan sebesar 47,17.

Data di atas disampaikan Plh Kepala BPS Kalimantan Selatan, Ahmad Mudzakkir, berdasar hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS 2025) Provinsi Kalimantan Selatan.

Laju pertumbuhan penduduk itu dikarenakan Angka Kelahiran Total (TFR) sebesar 2,26 menunjukkan fertilitas di atas Replacement Level (2,10), mempertegas transisi kependudukan Provinsi Kalimantan Selatan cenderung bertambah (tumbuh). Sedangkan Angka Kematian Bayi (IMR) terus menurun mencapai 14,70.

"Provinsi Kalimantan Selatan telah berada pada fase ageing population dengan persentase penduduk lanjut usia sebesar 10,26 persen, di atas batas Ageing Population (10 persen)," paparnya.

Selama periode 2010-2025, jumlah penduduk Kalimantan Selatan mengalami 
peningkatan dari 3.626.616 jiwa hasil SP2010 menjadi 4.327.375 jiwa hasil SUPAS 2025. 

Baca juga: Lowongan Kerja di Hotel Novotel Banjarmasin Airport, Tersedia 2 Posisi Ini  

Baca juga: Geger Begal Payudara Beraksi di Martapura Banjar, Bikin Resah Warga Korban Alami Trauma

Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk Indonesia mengalami percepatan menjadi 1,26 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir. 

"Mengenai rasio jenis kelamin yang menggambarkan perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan dalam suatu populasi, berdasarkan hasil SUPAS 2025, jumlah penduduk laki-laki  di Kalimantan Selatan sebanyak 2.186.961 jiwa atau 50,54 persen dari seluruh penduduk Kalimantan Selatan, sedangkan jumlah penduduk perempuan sebanyak 2.140.414 jiwa atau 49,46 persen dari seluruh penduduk Kalimantan Selatan. Berdasarkan komposisi jenis kelamin tersebut," jelas Ahmad.

Rasio jenis kelamin di Kalimantan Selatan tercatat sebesar 102, yang berarti terdapat 
sekitar 102 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di Kalimantan Selatan. 

Hasil SUPAS 2025 juga menunjukkan bahwa proporsi penduduk usia produktif (15–64 
tahun) di Kalimantan Selatan adalah sebesar 67,95 persen, yang mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan hasil SP2010 sebesar 67,28 persen. 

Sebaliknya, penduduk usia nonproduktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) menunjukkan pola yang berbeda, untuk  kelompok umur 0-14 tahun mengalami penurunan dibandingkan SP2010, dari 29,11 persen menjadi 25,85 persen. 

Sedangkan untuk kelompok umur 65 tahun ke atas menunjukan peningkatan dari SP2010, yaitu dari 3,60 persen menjadi 6,20 persen.

Perubahan komposisi penduduk kelompok umur tersebut menunjukkan pergeseran struktur umur penduduk yang 
mulai menyempit di kelompok umur 0-14 tahun dan melebar di kelompok umur 15-64 tahun. 

Rasio Ketergantungan hasil SUPAS 2025 mencapai 47,17, artinya setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung sekitar 47 penduduk usia non produktif.

Komposisi penduduk menurut generasi memberikan gambaran yang komprehensif tentang dinamika demografi. Berdasarkan tahun kelahiran, penduduk dapat dikelompokkan menjadi Generasi Pre-Boomer, Baby Boomer, Generasi X, Milenial, Generasi Z, dan Post Generasi Z.

Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 25,24 persen, diikuti oleh Generasi Milenial sebesar 24,08 persen. Kombinasi kedua generasi muda 
ini mencakup hampir separuh populasi Indonesia, menunjukkan dominasi generasi produktif dalam struktur penduduk saat ini. 

Kontribusi dari empat generasi lain mencapai 50,68 persen yang terdiri dari Post Generasi Z sebesar 21,56 persen, Generasi X sebesar 19,51 persen, Generasi Baby Boomer sebesar 8,96 persen, dan Pre-Boomer sebesar 0,65 persen.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.