TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Harga plastik di Pasar Flamboyan Pontianak mulai mengalami penurunan.
Sebelum itu harga plastik di pasar terbesar di Kota Pontianak itu sempat mengalami lonjakan cukup tinggi.
Salah seorang pedagang di Pasar Flamboyan, Tommy, mengatakan harga plastik saat ini memang mulai turun meski penurunannya berlangsung secara bertahap.
“Harga plastik sudah mulai turun sih, cuma ya tidak seperti naik lah. Kalau turun pelan-pelan, seminggu Rp1 ribu sampai Rp2 ribu,” ujarnya saat ditemui di Pasar Flamboyan, Sabtu 30 Mei 2026.
Tommy menjelaskan, kenaikan harga plastik yang terjadi sebelumnya turut berdampak pada harga sejumlah barang dagangan di pasaran.
Ia menyebut rata-rata harga barang mengalami kenaikan sekitar tiga hingga lima persen akibat meningkatnya biaya kemasan serta ongkos distribusi.
“Rata-rata sih naik, paling tiga sampai lima persen lah. Dan kedua ongkosnya naik kan karena solar naik,” katanya.
• Harga Plastik di Pasar Flamboyan Pontianak Mulai Turun, Pedagang Sebut Stok Berangsur Normal
Meski demikian, Tommy mengaku kondisi pasokan plastik kini mulai membaik dibandingkan beberapa waktu lalu.
Ketersediaan stok yang berangsur normal membuatnya lebih tenang dalam menjalankan usahanya.
“Kalau untuk ke depan sih saya rasa sudah aman sih. Stok sudah mulai ada,” ucapnya.
Dilansir dari Kompas.com, harga minyak sebagai bahan utama produksi plastik yang naik lebih dari 40 persen sejak konflik perang di Timur Tengah dimulai pada akhir Februari.
Kondisi tersebut membuat produk seperti botol minuman, alat makan sekali pakai, dan kantong sampah menjadi kelompok pertama yang berpotensi mengalami kenaikan harga, dikutip dari CNN.
Profesor praktik rantai pasokan Universitas Syracuse, Patrick Penfield, menyebut dampak tersebut bisa mulai terasa dalam beberapa minggu ke depan.
Plastik digunakan hampir di seluruh rantai pasokan, mulai dari pengemasan hingga proses produksi, sehingga sumber kenaikan harga sulit dilacak secara spesifik.
Profesor ekonomi NYU Stern School of Business, Joseph Foudy, mengatakan konsumen sering tidak menyadari penyebab pasti kenaikan harga saat berbelanja.
Kenaikan biaya pengemasan diperkirakan mulai memengaruhi harga makanan dalam dua hingga empat bulan setelah stok lama habis.
Dampak di sektor manufaktur seperti otomotif cenderung muncul lebih lambat karena sistem kontrak jangka panjang.