TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Desa Krecek yang berada di Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa yang memiliki sejarah panjang serta cerita lokal yang masih diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini.
Meski secara administratif tidak memiliki dasar penamaan resmi dalam bentuk peraturan daerah, Desa Krecek tetap diakui sebagai salah satu dari ratusan desa di Kabupaten Klaten yang eksis sejak lama.
Konon, desa ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda.
Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Baju di Solo, Punya Koleksi Lengkap untuk Anak Muda hingga Keluarga
Lokasinya sendiri berjarak 21 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 45 menit kendaraan pribadi.
Nama “Krecek” dalam bahasa Jawa disebut Krècèk.
Berdasarkan cerita dari para sesepuh desa, nama ini diyakini berasal dari istilah “ece-ece nan” yang berarti saling mengejek.
Konon, pada masa lampau wilayah ini dihuni oleh dua kelompok masyarakat yang tinggal di sisi timur dan barat jalan.
Kedua kelompok tersebut kerap berselisih hingga saling mengejek, bahkan pernah terjadi bentrokan antarwarga.
Baca juga: Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Mengenang Peran dr Radjiman Wedyodiningrat yang Namanya Abadi di Solo
Karena konflik yang terus terjadi, sebagian warga di wilayah timur kemudian membangun benteng pertahanan sederhana.
Jejak kawasan tersebut kini dikenal sebagai Dukuh Beteng, meski wujud bentengnya sudah tidak lagi terlihat.
Seiring waktu, sebutan “Krecek” tetap melekat dan digunakan untuk menyebut wilayah tersebut hingga sekarang, meskipun kebenaran sejarahnya masih menjadi cerita lisan yang belum sepenuhnya terdokumentasi secara resmi.
Sepanjang sejarahnya, Desa Krecek telah mengalami pergantian kepemimpinan kepala desa sebanyak lima periode.
Para pemimpin tersebut antara lain:
Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Desa Krecek dalam membangun wilayahnya, baik dari sisi administrasi, sosial, maupun pembangunan masyarakat.
Baca juga: Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Mengenang Jejak Sejarah di Monumen Perisai Pancasila Solo
Hingga kini, Desa Krecek tetap dikenal sebagai desa dengan nuansa tradisional yang kuat.
Kehidupan masyarakatnya masih erat dengan nilai kebersamaan dan gotong royong, meskipun telah mengalami perkembangan seiring waktu.
Sebagai bagian dari Kecamatan Delanggu, Desa Krecek juga berada di kawasan yang cukup strategis karena dekat dengan berbagai destinasi wisata pedesaan yang mulai berkembang di Klaten.
Selain memiliki sejarah lokal yang menarik, wilayah sekitar Desa Krecek juga menyimpan sejumlah destinasi wisata yang cocok untuk rekreasi keluarga maupun edukasi.
1. Taman Sehat Rejosari (Tasero)
Salah satu destinasi terdekat adalah Taman Sehat Rejosari yang berada di Rejosari, Sabrang, Delanggu.
Tempat ini menawarkan suasana pedesaan yang asri dengan fasilitas yang cukup lengkap, termasuk kolam renang dan area bersantai yang nyaman.
Pengunjung juga dapat menikmati berbagai kuliner khas Nusantara seperti nasi bancakan, nasi langgi, hingga nasi campur yang disajikan dengan nuansa tradisional.
Taman ini sering menjadi pilihan untuk kegiatan keluarga maupun kunjungan edukasi sekolah karena suasananya yang tenang dan ramah anak.
2. Desa Wisata Segaran
Destinasi lainnya adalah Desa Wisata Segaran yang juga berada di Kecamatan Delanggu, Klaten.
Tempat ini menawarkan pemandangan hamparan sawah hijau yang indah serta suasana pedesaan yang masih alami.
Pengunjung dapat menikmati udara segar, berjalan di antara area persawahan, hingga bersantai di gazebo yang tersedia.
Selain itu, wisatawan juga bisa melihat langsung aktivitas pertanian masyarakat setempat, sehingga memberikan pengalaman edukatif tentang kehidupan pedesaan.
(*)