Selanjutnya hasil final Liga Champions PSG vs Arsenal pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan ini, Paris Saint-Germain ( PSG )berhasil mempertahankan gelar Liga Champions-nya.
Hingga Kahudi Wahyu Widodo belakangan menjadi sorotan karena tagih gaji dua bulan yang belum dibayar oleh PSIS Semarang melalui melalui PT Mahesa Jenar Semarang (MJS).
Berikut selengkapnya:
Baca juga: Bola Terpopuler: Francisco Rivera Betah di Persebaya Hingga PSG Kembali Juarai Liga Champions
Nama Scott McTominay kini menjadi salah satu pemain paling bersinar dalam perjalanan Timnas Skotlandia menuju Piala Dunia 2026.
Gelandang andalan Timnas Skotlandia tersebut sedang menjalani periode terbaik dalam kariernya setelah tampil impresif bersama Napoli sekaligus membawa negaranya kembali tampil di panggung dunia setelah penantian panjang selama 28 tahun.
Kemampuannya mencetak gol dari lini tengah, mentalitas pekerja keras, hingga kepemimpinannya di lapangan membuat McTominay dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik Eropa saat ini.
Performa gemilang McTominay bersama Napoli bahkan membuatnya mendapat julukan baru dari publik Italia, mulai dari “McFratm” hingga disebut sebagai “Maradona baru Kota Napoli”.
Scott Francis McTominay lahir di Lancaster, Inggris, pada 8 Desember 1996.
Meski lahir di Inggris, ia memilih membela Timnas Skotlandia karena memiliki garis keturunan Skotlandia dari sang ayah yang berasal dari Helensburgh.
McTominay merupakan lulusan akademi Manchester United dan menjalani debut senior bersama klub tersebut pada Mei 2017.
Seiring waktu, ia berkembang menjadi salah satu pemain penting di lini tengah Setan Merah, julukan klub Manchester United.
Selama berseragam Manchester United, McTominay mencatat lebih dari 200 penampilan di berbagai kompetisi.
Ia bahkan turut membantu klub meraih sejumlah gelar seperti Piala FA serta Piala Liga Inggris.
Namun, perjalanan karier McTominay berubah drastis saat memutuskan hengkang ke Napoli pada Agustus 2024 dengan nilai transfer sekitar 25,7 juta poundsterling.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Bola Terpopuler: Atletico Madrid Meradang hingga Mauricio Pochettino Fokus di Piala Dunia 2026
Inilah hasil final Liga Champions PSG vs Arsenal pada Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan ini, Paris Saint-Germain ( PSG )berhasil mempertahankan gelar Liga Champions-nya.
PSG memastikan gelar juara melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu berakhir dengan Arsenal.
Padahal, pertandingan berlangsung sengit sejak menit-menit awal dengan kedua tim saling menekan.
Arsenal berhasil membuka keunggulan lebih dulu saat laga baru berjalan lima menit.
Berawal dari aksi individu yang brilian, Kai Havertz sukses menaklukkan kiper PSG dan membawa The Gunners unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Arsenal tampil lebih percaya diri dan mampu menjaga keunggulan hingga turun minum.
Sementara pasukan Les Parisiens -julukan PSG- baru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-64 melalui titik putih.
Ousmane Dembele yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan, tetapi tidak ada tambahan gol hingga waktu normal berakhir.
Babak perpanjangan waktu selama 2x15 menit juga gagal menghasilkan pemenang.
Alhasil, laga harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, PSG tampil lebih tenang dan berhasil memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.
Dua penendang Arsenal, yakni Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menjalankan tugasnya sehingga membuat PSG sukses mempertahankan mahkota Liga Champions.
Setelah laga selesai, pelatih Arsenal, Mikel Arteta turut memberikan komentarnya.
BACA SELENGKAPNYA >>>
Baca juga: Bola Terpopuler: Allegri ke Napoli hingga Capres Real Madrid Sakit Hati Spanyol Tanpa Los Blancos
Kahudi Wahyu Widodo belakangan menjadi sorotan karena tagih gaji dua bulan yang belum dibayar oleh PSIS Semarang melalui melalui PT Mahesa Jenar Semarang (MJS).
Mantan pelatih PSIS Semarang ini juga belum menerima kompensasi atas pemutusan kontrak kerja.
Selain Kahudi, Bowo Widyo Laksono yang saat itu menjabat sebagai Analyst Coach PSIS Semarang juga bernasib sama.
Atas masalah ini, Kahudi pun siap menempuh jalur hukum.
Kahudi menyebut, dirinya dikontrak selama 10 bulan sebagai pelatih PSIS Semarang untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship atau Liga 2 musim 2025/2026, terhitung pada Juni 2025.
Namun sebelum masa kontrak habis, PSIS melakukan pengakhiran kontrak pada 28 September 2025.
"Saya sebetulnya masa kontraknya 10 bulan, tapi ada pemutusan kontrak di 28 September 2025, baru tiga bulan atau memasuki bulan keempat sudah diputus kontrak," ujar Kahudi Wahyu seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (31/5/2026).
Dia mengatakan, dirinya baru menerima gaji selama dua bulan yakni pada Juli dan Agustus 2025.
Hingga saat ini, tunggakan gaji September beserta kompensasi pemutusan kontrak pada Oktober 2025 belum diterimanya.
"Tunggakan satu bulan gaji September plus satu kompensasi Oktober, jadi dua bulan (yang belum dibayar)," ungkapnya.
Kahudi Wahyu mengatakan, saat pemutusan kontrak, dirinya diminta membawa mobil operasional milik klub yang disebutnya akan diambil pihak manajemen saat waktu penggajian tiba.
Namun hingga kini, tunggakan gaji beserta kompensasi belum dirinya terima juga.
"Pada 28 itu saya disuruh bawa kendaraan, mobil operasional yang saya pakai waktu saya melatih di sana."
"Kami gajian setiap tanggal 5, tapi sampai sekarang belum dibayarkan dan kendaraan masih sama saya," terangnya.
Pada Februari 2026, pihaknya lalu melapor ke Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI) terkait tunggakan tersebut dengan melampirkan kontrak kerja, bukti chat dengan manajemen, hingga bukti kendaraan operasional yang dia bawa.
BACA SELENGKAPNYA >>>