SURYA.CO.ID — Andra Matin dikenal sebagai sosok arsitek senior kebanggaan Indonesia dengan buah karya yang telah diakui dunia. Ia dikenal atas pendekatannya yang sangat menghargai iklim tropis dan budaya lokal. Blimbingsari Airport, GBK Aquatic Center, hingga Potato Head Beach Club Bali merupakan sejumlah karya arsitektur membanggakan miliknya.
Terbaru, Andra Matin kembali menggugah decak kagum para pelaku arsitektur dengan karya kolaborasi bersama firma desain grafis Artnivora dan PALOMA (brand architectural & sanitary hardware) pada pagelaran ARCH:ID 2026. Pada momen tersebut, mereka sukses menghadirkan sebuah instalasi visual untuk hunian yang cantik dan tampak serasi dipadupadankan dengan perlengkapan perabot rumah tangga yang estetik. Karya kolaborasi Andra Matin x PALOMA tersebut diperkenalkan dengan nama ‘Duamassa’.
Penyelenggaraan ARCH:ID 2026 yang memasuki edisi keenam ini tampil lebih besar dari sebelumnya. Diselenggarakan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bersama CIS Exhibition, pameran ini menempati area seluas 18.000 meter persegi dengan target 31.000 pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

Menariknya, di antara ratusan booth yang bersaing, PALOMA menjadi salah satu titik paling ramai dan paling banyak dibicarakan. Para arsitek, desainer interior, kontraktor, hingga pengunjung awam berbondong-bondong menyambangi instalasi “Duamassa”, yang secara harfiah berarti “dua massa”—sebuah refleksi arsitektural atas dua karakter produk PALOMA yang berpadu dalam satu ruang.
Bahkan, PALOMA sukses mendapatkan apresiasi sebagai booth terfavorit dari penyelenggara atas sebuah inovasi arsitektur yang mengagumkan.
Sebab, mahakarya arsitektur kolaboratif yang melibatkan Andra Matin, PALOMA, dan Artnivora sangat selaras dengan substansi pameran yang diinginkan oleh ARCH:ID 2026.
“Melalui pendekatan kolaborasi antara brand dan arsitek, kami ingin mendorong setiap booth tidak hanya tampil sebagai ruang display produk, tetapi sebagai karya yang memiliki narasi dan kualitas desain yang kuat,” ujar R. Arief Sofyan Rudiantoro, Project Director PT CIS Exhibition, dikutip dari Kompas.com.
Instalasi “Duamassa” dirancang sebagai pernyataan arsitektur yang utuh, bukan sekadar dekorasi pameran. Andra Matin—dikenal lewat pendekatan desain minimalis berjiwa lokal—membangun instalasi dengan konsep dualitas yang langsung terasa begitu pengunjung masuk: sisi kiri yang padat dan masif, sisi kanan yang cair dan terbuka.

“Duamasa bercerita tentang keteraturan dan keterbukaan, kekuatan, dan ketenangan. Sebuah rumah yang menginspirasi,” jelas Andra Matin.
Pembagian ruang tersebut sekaligus menjadi media memperkenalkan dua kelompok produk PALOMA.
“Satu bagian yang sebelah kiri lebih padat, lebih solid (architectural). Sedangkan sebelah kanan yang lebih cair (sanitary) sesuai dengan produk PALOMA—yang satu lebih banyak berurusan dengan water, yang satu lagi padat seperti engsel pintu, smart-lock, dan berbagai sanitary hardware lainnya,” sambungnya.
Konsep kejutan juga sengaja dihadirkan: dari luar instalasi tampak tertutup, namun begitu masuk, pengunjung disambut ruang yang sama sekali berbeda karakternya. “Secara konsep, kita ingin ada efek surprise-nya, yaitu tampilan yang terbuka dan tertutup,” tutur Andra Matin.
Henricus Linggawidjaja dari Artnivora mengungkapkan bahwa sejak awal, Duamassa harus memberikan pengalaman, bukan sekadar tontonan. “Saya tidak mau project ini hanya sekadar katalog yang menggantungkan setiap produk PALOMA. Perlu adanya pengalaman bahwa PALOMA lebih dari sekadar produk—tetapi bagian penting dari sebuah rumah impian yang menghubungkan desain dan fungsi,” pungkasnya.

Keberhasilan booth PALOMA di ARCH:ID 2026 bukan sekadar keberuntungan. Erika Safira, Marketing Manager PALOMA, menegaskan bahwa keikutsertaan di ARCH:ID merupakan langkah strategis untuk membangun percakapan bermakna bersama komunitas desainer.
“PALOMA hadir untuk menjembatani desain, fungsi, dan kenyamanan. Selama lebih dari 26 tahun, setiap produk dikembangkan melalui riset dan inovasi yang berkelanjutan—menghadirkan presisi, kualitas material, dan kenyamanan pada setiap sentuhan,” tegas Erika.
Keberhasilan kolaborasi turut diakui oleh Andra Matin sendiri. “Overall, saya happy dengan project ini, rasanya seperti sebuah kolaborasi yang sangat menyenangkan,” tegasnya.
Melalui pengakuan arsitek sekaliber Andra Matin ditambah dengan portofolio lebih dari 3.000 produk, PALOMA semakin memantapkan posisinya sebagai mitra terpercaya bagi para profesional arsitektur Indonesia dalam mewujudkan hunian yang memadukan presisi teknis dan kepekaan estetik.
Booth PALOMA menjadi salah satu titik paling ramai sepanjang empat hari pameran. Para arsitek, interior desainer, dan kontraktor yang hadir menyatakan ketertarikan pada cara PALOMA memadu-padankan produk fungsional dengan estetika arsitektur tinggi.
Di media sosial, eksposur pavilion pun tak kalah deras. Sejumlah kreator konten dan KOL bidang desain hunian ramai mendokumentasikan kunjungan mereka, memperluas jangkauan kolaborasi jauh melampaui dinding ICE BSD. Adapun, Surya.co.id menangkap beberapa sentimen positif di media sosial atas kolaborasi ini:
"Kolaborasi Paloma x Andra Matin di ARCH:ID 2026 bener-bener beda. Dari desainnya, finishingnya, sampai detail kecilnya tuh bener-bener diperhatiin. Ini sih cocok banget untuk kamu yang cari inspirasi buat upgrade rumah jadi lebih aesthetic,"-@finandyanigeliia (Instagram, 1,3K likes)
"Definisi immersive installation dengan konsep dan experience yang berbeda. Seperti dapat pengalaman untuk pelan-pelan melihat dan merasakan desainnya. Untuk urusan produk sanitary, jujur kami selalu rekomendasikan PALOMA, sudah 5 tahun kami pakai (produk PALOMA), dan masih bagus sampai sekarang,"-@anakjajan (Instagram, 2.8k likes).
"Saya bangga bisa lihat kemajuan PALOMA. Satu hal yang saya sukai dari Duamassa adalah saya bisa lihat orang banyak banget yang enjoy to hangout and catch up satu sama lain di spacenya. In my opinion, PALOMA did a really great job in building their communities,"-@natashadap (Instagram, 1.1k likes). (*)