Harumkan Nama Indonesia, People Halong Dance Crew Ambon Tembus Top 5 Dunia World of Dance
Ode Alfin Risanto June 01, 2026 08:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak muda Kota Ambon di panggung internasional. 

Grup tari modern asal Halong Atas, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, People Halong Dance (PHD) Crew, berhasil menembus Top 5 Global dalam ajang World of Dance (WOD) dan menempati posisi Top 1 Asia.

Capaian tersebut menjadi bukti nyata kerja keras serta dedikasi para penari muda Ambon yang selama bertahun-tahun konsisten mengembangkan seni tari modern, khususnya genre hip-hop.

Ketua PHD Crew, Brian Manuhutu, mengatakan keberhasilan itu diraih setelah tim tampil memukau dalam kompetisi World of Dance yang digelar di Taman Budaya Karang Panjang, Kota Ambon, pada 18 April 2026.

Baca juga: Tepat Hari Lahir Pancasila, Warga Maraina Tolak Penetapan Batas Taman Nasional Manusela oleh BPKH

Baca juga: Pertamina Turunkan Harga Dex Series, Sesuaikan Pertamax Turbo Mulai 1 Juni 2026

Dalam kompetisi tersebut, PHD Crew sukses merebut Juara 1 kategori Team Division dengan raihan skor 96,35 poin.

"Skor itu menempatkan kami sebagai Top 1 Asia dan Top 5 Global. Ini tentu menjadi kebanggaan besar bagi kami karena hasil tersebut diperoleh dari proses panjang dan kerja keras seluruh tim," kata Brian saat diwawancarai TribunAmbon.com, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, pencapaian itu bukan diperoleh karena faktor popularitas semata. 

Penilaian dilakukan oleh dewan juri internasional yang memiliki reputasi besar di dunia dance.

Para juri yang terlibat antara lain Chips Beltran dari Filipina, Zaihar dari Singapura, Jackson Boogie J dari Malaysia, serta Semmy Blank dan D' Big Will dari Indonesia.

Sementara penyelenggara kompetisi berada di bawah tanggung jawab langsung tim World of Dance wilayah Asia yang berbasis di Jepang.

"Kami benar-benar dinilai berdasarkan kualitas penampilan. Karena jurinya datang dari beberapa negara dan memiliki standar internasional," ujarnya.

Latihan Tiga Bulan Demi Satu Penampilan Terbaik

Brian mengungkapkan, sebelum tampil di panggung kompetisi, seluruh personel menjalani latihan intensif selama kurang lebih tiga bulan.

Persiapan dimulai sejak Januari 2026 hingga hari pelaksanaan kompetisi.

Sebanyak 16 penari terlibat dalam penampilan tersebut, dipimpin oleh Brian Manuhutu bersama dua koreografer lainnya, yakni Georgia Esperanza Claudya dan Gilbert David Rehatta.

"Kami berlatih selama tiga bulan penuh. Semua proses dipersiapkan secara matang agar bisa memberikan penampilan terbaik," katanya.

Dalam kompetisi itu, PHD Crew mengusung genre hip-hop dengan konsep pertunjukan yang berbeda dari kebanyakan tim lainnya.

Kostum yang digunakan terinspirasi dari film Dune, didominasi warna putih, cokelat, dan krem yang memberikan kesan futuristik sekaligus elegan.

Tidak hanya mengandalkan teknik menari, koreografi yang ditampilkan juga memadukan unsur humor sehingga menciptakan pertunjukan yang menghibur tanpa mengurangi kualitas artistik.

"Koreografinya tidak hanya serius, tetapi juga ada sentuhan humor yang membuat penampilan lebih hidup dan tetap keren untuk ditonton," jelas Brian.

Keserasian gerakan seluruh personel menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat penampilan mereka mendapat apresiasi tinggi dari para juri.

Penampilan tersebut semakin kuat dengan iringan sejumlah lagu hip-hop yang diremix secara khusus oleh DJ Kenza Trona, sehingga menghasilkan pertunjukan yang energik dan penuh karakter.

Bangkit Setelah Gagal Berangkat ke Amerika

Keikutsertaan tahun 2026 menjadi pengalaman kedua PHD Crew dalam ajang World of Dance.

Sebelumnya, pada tahun 2024, mereka pernah mengikuti World of Dance di Bali dan berhasil menempati peringkat kelima nasional.

Saat itu, PHD Crew bahkan memperoleh wild card untuk tampil di Amerika Serikat. Namun kesempatan emas tersebut terpaksa dilewatkan karena keterbatasan biaya.

"Tahun 2024 kami mendapat wild card untuk tampil di Amerika. Sayangnya kami tidak bisa berangkat karena terkendala biaya," ungkap Brian.

Pengalaman tersebut justru menjadi motivasi besar bagi seluruh anggota tim untuk bangkit dan membuktikan kemampuan mereka di ajang berikutnya.

"Karena itu pada event tahun ini kami ingin membuktikan bahwa kami bisa lebih baik lagi, dan puji Tuhan itu berhasil," katanya.

Berasal dari Berbagai Daerah di Ambon

Meski menggunakan nama Halong, Brian menjelaskan para anggota PHD Crew tidak seluruhnya berasal atau berdomisili di Halong.

Sebaliknya, personel tim datang dari berbagai wilayah di Kota Ambon dan bersatu karena memiliki kecintaan yang sama terhadap dunia dance.

Adapun 16 personel yang tampil dalam World of Dance 2026 yakni Brian Manuhutu, Georgia Esperanza Claudya, Gilbert David Rehatta, Michello Steve Likumahwa, Alvaboy Hattu, Agustinus Yonathan Kalabory, Fiorentino Marc Latupeirissa, Geovany Pattiwael, Illona Lauren Tapilatu, Belovely Giovenly Manuputty, Henny Nova Yuliana Reimialy, Nicole Agnes Gloria Sutowo, Yizreel Deyna Corputty, Calvin Klein Solisa, Daniel Elwuar, dan Varco Rering.

Sementara konsep pertunjukan dan penyutradaraan ditangani oleh Emilio Noel Halamury sebagai Performance Conceptor dan Director.

Harap Dukungan Pemerintah Daerah

Atas pencapaian tersebut, Brian berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada komunitas seni dan talenta muda yang telah membawa nama Ambon ke level internasional.

Menurutnya, prestasi yang diraih PHD Crew menunjukkan bahwa anak-anak muda Ambon memiliki potensi besar untuk bersaing di panggung dunia apabila mendapat dukungan yang memadai.

"Kami bangga bisa meraih prestasi tingkat global. Harapan kami pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan komunitas seperti kami, karena ini adalah bakat anak-anak muda yang mengharumkan nama Ambon di kancah internasional," tutupnya.

Keberhasilan People Halong Dance Crew menembus Top 5 Global World of Dance menjadi bukti bahwa kreativitas dan kerja keras anak muda Ambon mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.

Sekaligus mempertegas posisi Kota Ambon sebagai salah satu daerah yang terus melahirkan talenta seni berkelas internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.