TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Gubernur Banten Andra Soni mengakui pelaksanaan Program Sekolah Gratis yang menjadi salah satu program unggulannya masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Pengakuan itu disampaikan Andra usai meninjau pelaksanaan Program Sekolah Gratis di SMA PGRI Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Selasa (2/6/2026).
Meski tidak merinci secara detail bentuk kendala yang dimaksud, Andra menekankan, terkait perlunya penguatan komitmen antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam pelaksanaan program tersebut.
“Tahun ini ada 70 siswa angkatan 2025-2026 di SMA PGRI Tangerang Selatan yang ikut program sekolah gratis,” kata Andra.
“Kemudian tadi kita nanya kendala-kendalanya, maka saya minta kepada Pak Kadis (Dindikbud Provinsi Banten) untuk seluruh peserta program sekolah gratis itu harus membuat komitmen," tambahnya.
"Komitmen tersebut antara sekolah kepada murid, komitmen murid kepada sekolah, dan komitmen orang tua kepada anak dan kepada sekolah,” jelasnya.
Baca juga: Gaji Ke-13 ASN Tangsel Cair Mulai Hari Ini, Anggaran Rp51,5 Miliar Disiapkan untuk 17.315 Pegawai
Menurutnya, komitmen tersebut diperlukan agar Program Sekolah Gratis dapat berjalan sesuai tujuan yang diharapkan dan menghasilkan peserta didik yang berkualitas.
Program Sekolah Gratis sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Andra Soni.
Kebijakan ini mulai dijalankan pada Tahun Ajaran 2025/2026.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Banten, program tersebut telah menjangkau lebih dari 800 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan SKh yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Dalam kesempatan tersebut, Andra juga menyinggung kondisi sejumlah sekolah swasta yang sebelumnya menghadapi keterbatasan jumlah siswa serta ketidakpastian pembayaran iuran pendidikan.
Oleh karena itu, kata Andra, melalui Program Sekolah Gratis, Pemprov Banten ingin memastikan terkait pendanaan bagi sekolah yang terlibat dalam program tersebut dapat terjamin.
Sebab, lanjut dia, dengan bertambahnya jumlah peserta didik, maka dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah juga ikut bertambah.
“Dengan bertambahnya jumlah siswa maka dana BOS juga bertambah. Sekolah punya keleluasaan untuk memperbaiki sarana dan prasarana,” ujarnya.
Andra menambahkan, peningkatan dukungan anggaran tersebut diharapkan sejalan dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Ia juga meminta sekolah yang mengikuti program untuk memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru.
“Kami meminta guru-guru yang mengikuti program sekolah gratis mendapatkan insentif tambahan dari sekolah sehingga proses belajar mengajar bisa semakin maksimal,” katanya.
Di akhir kunjungannya, Andra juga menyampaikan harapan agar seluruh pihak tetap dapat mendukung seluruh program yang dicanangkan oleh pemerintah pada setiap tingkatannya.
“Kita berharap semua program, baik program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota Tangsel, bisa berjalan dengan baik karena tujuannya adalah bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan baik," kata Andra.
"Mohon dukungannya, mohon doanya supaya semua rencana baik kita, niat baik pemerintah, baik Pak Presiden, Pak Wali Kota itu dimudahkan oleh Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.