TMAS Tebar Dividen Rp228 Miliar, Siapkan Capex Rp2,5 Triliun untuk Ekspansi Armada
Choirul Arifin June 02, 2026 08:35 PM

TRIBUNNEWS,COM, JAKARTA — Emiten pelayaran dan logistik PT TEMAS Tbk (TMAS) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp228 miliar atau setara Rp4 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai tersebut mencerminkan sekitar 40 persen dari laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu.

Keputusan pembagian dividen tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Direktur Utama PT TEMAS Tbk Ricky Effendi mengatakan perseroan memiliki kebijakan untuk membagikan dividen kas kepada pemegang saham setidaknya satu kali dalam setahun.

"Sesuai kebijakan perseroan, rasio pembayaran dividen terhadap laba bersih tahun berjalan adalah 30 persen apabila laba bersih melebihi Rp30 miliar. Untuk tahun buku 2025, besaran dividen telah mendapat persetujuan RUPST," ujar Ricky dalam paparan publik usai RUPST di kantornya, Selasa (2/6/2026).

Di tengah pembagian dividen tersebut, TMAS tetap agresif menjalankan ekspansi bisnis. Perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp2,5 triliun pada 2026 untuk memperkuat kapasitas operasional dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Direktur Business Development PT TEMAS Tbk Ganny Zheng menjelaskan sebagian besar capex akan digunakan untuk pengadaan kapal baru, peremajaan armada, pembelian peralatan pendukung pelabuhan, hingga pembangunan infrastruktur pelabuhan.

"Memasuki tahun 2026, perseroan berkomitmen melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional. Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menjaga efisiensi dan daya saing perusahaan," ujar Ganny.

Baca juga: PGN Pertahankan Rasio Dividen 80 Persen, RUPST Setujui Pembagian USD 172,29 Juta

Perseroan juga tengah mempersiapkan operasional pabrik liquefied natural gas (LNG) yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II/2026. 

Selain itu, TMAS memperluas layanan logistik terintegrasi serta melanjutkan kerja sama build-operate-transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk memperpanjang dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter.
Target Pendapatan Tumbuh 27 Persen

TMAS menargetkan pendapatan jasa mencapai Rp5,53 triliun pada 2026 atau meningkat lebih dari 27 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp4,34 triliun.

Target tersebut akan ditopang oleh optimalisasi kapasitas armada yang telah ditambah dalam beberapa tahun terakhir, pembukaan rute baru, serta peningkatan tingkat keterisian muatan (load factor).

Baca juga: Siloam Bukukan Laba Bersih Rp1,1 Triliun di 2025, Tak Bagikan Dividen

Sepanjang 2025, perusahaan menambah tujuh kapal baru secara neto yang meningkatkan kapasitas angkut hingga 17%. Dengan tambahan tersebut, jumlah armada mencapai 57 unit kapal dengan kapasitas 28.542 twenty-foot equivalent units (TEUs) dan bobot mati 464.701 deadweight tonnage (DWT).

TMAS juga mencatat perbaikan profil armada. Rata-rata usia kapal turun dari 15 tahun pada 2023 menjadi 14 tahun pada 2024 dan kembali menurun menjadi 13 tahun pada 2025.

Menurut manajemen, strategi ekspansi dan modernisasi armada, termasuk pengembangan kapal yang lebih ramah lingkungan, diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dalam jangka panjang.

Laba Bersih Turun, Aset Melonjak

Dari sisi kinerja, TMAS membukukan pendapatan jasa sebesar Rp4,34 triliun pada 2025, naik tipis 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kontributor utama pertumbuhan berasal dari segmen domestik yang mencatat pendapatan Rp4,13 triliun atau tumbuh 2,5% dibandingkan Rp4,03 triliun pada 2024. Namun, laba bersih perseroan turun 23,3% menjadi Rp553 miliar dari Rp722 miliar pada tahun sebelumnya.

Manajemen menjelaskan penurunan laba dipengaruhi tidak adanya keuntungan pelepasan aset tetap yang signifikan seperti yang tercatat pada 2024. Selain itu, volatilitas harga bahan bakar bunker turut menekan margin laba kotor perusahaan.

Meski demikian, posisi keuangan TMAS tetap menunjukkan penguatan. Total aset perseroan meningkat 19,9% menjadi Rp5,29 triliun pada akhir 2025, dibandingkan Rp4,41 triliun pada tahun sebelumnya.

Ricky menegaskan bahwa kualitas layanan dan aspek keselamatan armada tetap menjadi prioritas utama perusahaan seiring ekspansi yang dijalankan.

"Kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas utama perseroan mengacu pada standar industri pelayaran nasional maupun internasional," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.