Israel Terus Berulah, Iran Peringatkan Serangan Zionis ke Lebanon Bisa Gagalkan Proses Negosiasi
Ramadhan Aji Prakoso June 02, 2026 08:42 PM

- Serangan Israel terhadap Lebanon dan serangkaian permusuhan di Gaza berpotensi menggagalkan negosiasi gencatan senjata yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (1/6/2026) mengatakan bahwa Israel dan AS telah melakukan sejumlah tindakan yang melanggar gencatan senjata. 

Tindakan tersebut antara lain invasi dan serangan Israel ke Lebanon serta pengepungan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

“Gencatan senjata antara Iran dan AS adalah gencatan senjata yang berlaku di semua lini, termasuk di Lebanon. Pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata di semua lini. AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran," tegas Araghchi dalam unggahannya di media sosial, dilansir dari Al Jazeera, Senin. 

Israel dan AS disebut tak patuh pada gencatan senjata 

Senada dengan Araghchi, negosiator utama Iran sekaligus Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan poin yang sama. 

“Blokade angkatan laut dan peningkatan kejahatan perang di Lebanon oleh rezim Zionis yang melakukan genosida adalah bukti nyata ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata,” tulisnya di media sosial. 

“Setiap pilihan memiliki harga, dan tagihannya harus dibayar. Semuanya akan berjalan sesuai rencana,” tambahnya. 

Komentar tersebut muncul ketika Israel melakukan invasinya ke Lebanon selatan dan mengancam akan melanjutkan serangan dalam skala besar di Beirut. 

Tak lama setelah komentar tersebut muncul, militer Israel mengeluarkan perintah pengungsian paksa bagi penduduk Lebanon di pinggiran selatan Beirut, Dahiye, serta memerintahkan melakukan serangan. 

Sehari sebelumnya, pasukan darat Israel mencapai titik terdalam mereka di Lebanon dalam 26 tahun terakhir. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.