Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sakdul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Kekhawatiran melanda warga Gampong Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat setelah seekor buaya besar terlihat muncul di Danau Cot Kala pada Selasa (2/6/2026).
Danau yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat kini berubah menjadi lokasi penuh ancaman.
Kemunculan predator tersebut pertama kali disaksikan sejumlah warga yang sedang beraktivitas di sekitar danau.
Informasi cepat menyebar, membuat masyarakat resah.
Selama ini, Danau Cot Kala dikenal sebagai tempat mencari ikan dan kerang air tawar, yang menjadi mata pencaharian utama sebagian warga.
Keuchik Gampong Cot Kumbang, Amiruddin menegaskan, bahwa hingga kini belum ada korban akibat kemunculan buaya besar itu.
Baca juga: Perangkap akan Dipasang untuk Menangkap Buaya di Krueng Leupung, Aceh Besar
Namun begitu, usai Keuchik Amiruddin, rasa was-was semakin kuat, terutama bagi warga yang biasa menyelam untuk mencari kerang atau memancing di danau.
“Kami sudah mengimbau masyarakat untuk menghentikan sementara aktivitas di danau, khususnya yang harus masuk ke dalam air,” ujarnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pemerintah gampong berharap masyarakat mematuhi imbauan tersebut hingga ada penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.
Danau Cot Kala sendiri memiliki sejarah panjang.
Kawasan ini terbentuk pasca tsunami Aceh 2004, dan berkembang menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Dengan luas sekitar tujuh hektare, danau ini menyimpan potensi perikanan dan kerang air tawar yang melimpah.
Kehadiran buaya besar kini mengancam keberlangsungan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada danau tersebut.
Baca juga: Heboh Penampakan Buaya di Krueng Leupung, Imum Mukim: Tak Menetap di Sungai
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak berwenang segera turun tangan melakukan pemantauan serta penanganan.
Tanpa langkah cepat, ketakutan warga bisa berimbas pada terhentinya aktivitas ekonomi.
Bahkan menimbulkan kerugian besar bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil danau.
Kehadiran buaya di Cot Kala juga menjadi pengingat bahwa ekosistem perairan pasca bencana tsunami masih menyimpan dinamika alam yang tak terduga.
Baca juga: Heboh! Anak Buaya Terjerat Jaring Ikan Warga di Abdya, Kondisi Sudah Mati
Selain ancaman terhadap keselamatan, kondisi ini menuntut adanya strategi pengelolaan lingkungan yang lebih baik agar potensi ekonomi dan keamanan masyarakat dapat berjalan beriringan.(*)