Ayu Pilih Datang Langsung ke Sekolah pada Hari Pertama SPMB
M Syofri Kurniawan June 03, 2026 06:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 jenjang SMP dan SD pada hari pertama di Kabupaten Semarang berlangsung lancar, Selasa (2/6/2026).

Sejumlah orang tua calon siswa mengaku sistem pendaftaran yang diterapkan tahun ini lebih praktis karena melalui online dengan dukungan pendampingan dari sekolah. 

Orang tua siswa lulusan SDN 1 Genuk, Ungaran Barat, Wahyu Rina Sari mengatakan, telah berhasil mendaftarkan putranya ke SMP negeri pilihan tanpa harus datang ke sekolah tujuan.  

Menurutnya, orang tua hanya melanjutkan proses yang belum dilakukan sekolah, seperti memilih sekolah tujuan dan mengunggah dokumen tambahan berupa surat kelulusan serta nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).

"Nggak perlu ke sekolah karena semua lewat online jadi lebih enak sih, lebih praktis. Bisa dari rumah juga,” kata Wahyu kepada Tribun Jateng. 

“Alhamdulillah, dari sekolah sudah bantu sosialisasi, terus penguploadan data sudah dibantu dari sekolah sebagian. Orang tua tinggal itu nerusin enggak terlalu banyak," sambungnya. 

Wahyu mendaftarkan putranya melalui jalur domisili dengan pilihan utama SMPN 2 Ungaran dan pilihan kedua SMPN 1 Ungaran.

Meski jarak rumah yakni dari Desa Genuk, Ungaran Barat, ke SMPN 1 lebih dekat, yakni sekitar 800 meter, anak Wahyu lebih memilih melanjutkan pendidikan di SMPN 2 yang berjarak sekitar 1,3 kilometer dari rumah.

"Kalau tidak diterima di pilihan pertama, nanti otomatis masuk ke pilihan kedua. Sekarang tinggal memantau perkembangan peringkat," katanya.

Selain mendaftarkan anaknya ke SMP, ia juga mendaftarkan anak keduanya ke jenjang SD.

Dia menilai, pendaftaran jenjang SD lebih mudah karena pengisian data ke sistem dibantu pihak sekolah.

"Anak saya (kedua) daftar ke SDN Genuk 1. Kalau masuk SD malah lebih mudah lagi ya. Kita tinggal bawa berkas ke SD yang mau dituju dan dibantuin dari dari gurunya. Nanti kita tinggal tinggal mantau aja lewat online-nya gitu," paparnya. 

Pendaftaran SPMB berlaku selama tiga hari, hingga Kamis (4/6/2026) besok. 

Ke sekolah

Orang tua calon siswa lainnya, Wahyu Triasih memilih untuk datang ke sekolah.

Meski bisa dilakukan secara daring, warga Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, tersebut ingin memastikan pendaftaran buah hatinya sudah beres. 

Semua data telah diinput oleh pihak sekolah jauh hari sebelum SPMB.

Dengan demikian, saat hari-H pendaftaran tidak perlu ribet mengunggah berkas karena tinggal memilih sekolah.

Kini, ia tinggal menunggu verifikasi. 

"Tidak ada kendala soalnya dari sekolah dibantu, dibantu masukin berkas-berkasnya. Jadi, dari orang tua tinggal nunggu cetak apa namanya bukti kalau sudah mendaftar. Semua berkasnya dari pihak SD yang bantu. Cuma, datang ke SD memastikan mau memilih SMP yang mana," kata Ayu, sapaannya. 

Putra Ayu, Haikal Salim, lulusan SDN Kalirejo 2, Ungaran Timur, mendaftar melalui jalur prestasi dengan pilihan SMPN 3 Ungaran dan SMPN 2 Ungaran.

Ayu optimistis karena anaknya memiliki piagam prestasi olahraga bola voli, yang digunakan sebagai syarat pada jalur prestasi.

"Sekarang tinggal menunggu verifikasi dan peringkat. Informasinya biasanya mulai terlihat pada hari kedua atau ketiga setelah data diverifikasi oleh sekolah tujuan," katanya.

Meski demikian, ia telah menyiapkan alternatif apabila anaknya tidak lolos melalui jalur prestasi.

Salah satunya dengan mendaftar melalui jalur domisili di SMP, yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal.

"Di dekat rumah sebenarnya ada SMPN 5 Ungaran, jaraknya hanya 1,5 kilometer, lebih dekat dari SMPN 2 atau SMPN 3, tapi anak saya mencoba dulu untuk jalur prestasi," ucapnya.

Konsultasi

Di sisi lain, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang membuka pokso SPMB seiring dimulainya tahapan SPMB, mulai Selasa kemarin.

Ketua Posko SPMB Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Dewi Nirmalasari mengungkapkan, SPMB diikuti 52 sekolah negeri dan 38 sekolah swasta untuk jenjang SMP.

Pada hari pertama 10.719 siswa telah mendaftar, dengan kuota tersedia 12.307 kursi. 

Dewi menjelaskan, untuk SMPB Kabupaten Semarang jenjang SD diikuti 449 sekolah negeri.

Pada hari pertama, kata Dewi, 4.769 siswa telah mendaftar, dengan kuota 14.056 kursi.  

"Data tersebut hingga pukul 16.00," kata Dewi, Selasa. 

Pada hari pertama SPMB, kata Dewi, Disdikbudpora Kabupaten Semarang menerima sejumlah aduan dan permohonan dari orang tua calon peserta didik, di antaranya kendala domisili.

Ada yang meminta titik koordinat domisili digeser sesuai dengan tempat tinggal saat ini. 

Dewi mengatakan, tidak dapat mengakomodasi permohonan tersebut.

Sebab, sesuai Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, pendaftaran melalui jalur domisili harus mengacu pada alamat yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK). 

"Sesuai Permendikdasmen 3/2025 untuk pendaftaran menggunakan jalur domisili sesuai KK, tidak bisa menggunakan surat keterangan domisili," jelas Dewi. 

Selain permohonan tersebut, Dewi menyebut, beberapa orang tua calon peserta didik dari luar daerah berkonsultasi terkait SPMB.

Sebagian besar peserta didik luar daerah belum memiliki akun untuk mengakses sistem pendaftaran.

"Rata-rata keluhan orang tua, pertama, dari luar daerah. Anak-anak belum punya akun. Kalau mau daftar, harus punya akun dulu. Itu kami yang buat," katanya. 

Selain itu, banyak orang tua yang berkonsultasi terkait jalur prestasi, terutama mengenai verifikasi piagam lomba.

Pada jalur prestasi, terdapat lomba berjenjang dan tidak berjenjang.

Piagam prestasi membutuhkan verifikasi.

Piagam yang tidak berjenjang perlu menyertakan surat pernyataan dari pihak sekolah bahwa siswa bersangkutan benar-benar mengikuti lomba. 

"Terus, surat pertanggungjawaban mutlak dari orang tua yang bermaterai, menyatakan data yang diunggah benar adanya," sambungnya. 

Dewi mengatakan, Posko SPMB tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengaduan, tetapi juga memberikan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan pendaftaran secara daring, termasuk verifikasi piagam prestasi bisa dilakukan di posko.

"Verifikasi piagam bisa online. Kalau pengin segera, datang kesini, nanti kami layani," katanya. (Eka Yulianti Fajlin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.