TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di balik sosoknya yang tegas saat memberikan keterangan resmi kepolisian, terdapat sisi lain dari Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto.
Perwira menengah Polri tersebut dikenal sebagai polisi yang dekat dengan masyarakat, kepala keluarga yang hangat, sekaligus penyayang hewan yang menghabiskan banyak waktunya bersama seekor anjing ras Cane Corso bernama Danger.
Sebagai juru bicara Polda Jawa Tengah, Artanto hampir setiap hari berhadapan dengan berbagai kasus kriminal, isu viral, hingga dinamika keamanan masyarakat.
Namun di luar seragam dan tugas kedinasannya, dia memiliki cara tersendiri untuk menjaga keseimbangan hidup.
Selain menjaga momen kebersamaan dengan keluarga, tentunya, Artanto juga menunjukkan kecintaannya terhadap hewan.
Satu di antaranya saat merawat dan melatih anjing peliharaannya.
“Saya memelihara Danger. Sering saya ajak jalan-jalan, jogging, dan bermain bersama,” ujar Artanto saat berkunjung ke kantor Tribun Jateng, Selasa (2/6/2026).
Danger, lanjut dia, bukan sekadar hewan peliharaan.
Artanto terlibat langsung dalam hampir seluruh proses perawatannya, mulai dari memandikan, menyikat gigi, membersihkan telinga, menyisir bulu, hingga memberi makan secara langsung.
Di sejumlah unggahan media sosialnya, Artanto juga tampak melatih kepatuhan dan fokus Danger, mengajaknya berolahraga menggunakan treadmill, berenang di kolam khusus, hingga menghabiskan waktu santai bersama.
Dalam satu di antara video, dia bahkan terlihat memijat tubuh Danger yang kelelahan setelah beraktivitas.
Sang anjing tampak rebahan sambil memejamkan mata menikmati pijatan Artanto.
Kedekatan itu juga terlihat saat Artanto mengajak Danger bepergian ke luar kota.
Dalam unggahan terbaru, anjing berukuran besar tersebut tampak ikut menemaninya berlibur ke Yogyakarta.
Di sela-sela aktivitas bersama hewan kesayangannya, Artanto juga dikenal gemar menjaga kebugaran fisik.
Dia rutin berenang dan berlatih menyelam.
Satu di antara video memperlihatkan kemampuannya melintasi kolam sepanjang 50 meter di bawah air dengan tenang.
Polisi humanis
Di tengah kesibukannya sebagai pejabat utama Polda Jateng, Artanto memiliki pandangan tersendiri tentang sosok polisi ideal.
“Menurut saya, polisi yang humanis adalah polisi yang dekat dengan masyarakat, mendengar, melayani, dan memberi solusi,” kata Artanto.
Prinsip tersebut bukan sekadar slogan.
Dalam perjalanan karirnya, alumnus Akpol 1994 itu dikenal aktif membangun komunikasi dengan masyarakat dan media.
Sebelum menjabat Kabid Humas Polda Jawa Tengah sejak Juni 2024, Artanto pernah mengemban berbagai tugas di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Timor Timur, Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Kalimantan Timur.
Pengalamannya yang panjang di bidang kehumasan membuatnya dikenal sebagai sosok yang responsif memberikan klarifikasi terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Dia juga kerap mengingatkan generasi muda agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Nilai humanis yang diyakini Artanto juga pernah dia buktikan dan lakukan sendiri.
Dia pernah terlihat dalam sebuah peristiwa menegangkan di Kota Semarang.
Pada 13 Januari 2026 lalu, dia sedang menjalankan tugas dinas dan berhenti di perlintasan kereta api (KA) Jalan Madukoro Raya karena palang pintu akan ditutup.
Saat menunggu kereta melintas, perhatiannya tertuju pada sebuah mobil minibus bertuliskan “Belajar Mengemudi” yang mendadak mogok tepat di atas rel.
Pengemudi yang sedang menjalani latihan mengemudi diduga panik sehingga kendaraan tidak dapat bergerak.
Situasi menjadi kritis karena kereta api sudah akan melintas.
Situasi itu juga terekam CCTV hingga viral.
Tampak Artanto bersama pengemudi mobil dinasnya turun dan berlari menuju lokasi.
Bersama sejumlah warga, mereka mendorong kendaraan tersebut keluar dari jalur rel.
Upaya itu berhasil.
Mobil akhirnya dipindahkan sekitar 20 detik sebelum kereta melintas.
Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan detik-detik menegangkan ketika warga dan seorang polisi berlari membantu mendorong mobil keluar dari rel.
Polisi tersebut kemudian diketahui adalah Kombes Pol Artanto.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Namun aksi spontan tersebut menuai apresiasi dari warga dan petugas perlintasan karena berhasil mencegah potensi kecelakaan fatal.
Artanto menyebut, tindakan itu merupakan bentuk kepedulian yang seharusnya dimiliki setiap orang.
“Perlintasan kereta api adalah titik rawan yang membutuhkan kewaspadaan penuh. Pengendara harus memastikan kondisi kendaraan prima dan tetap tenang agar tidak terjadi situasi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” imbuhnya. (Reza Gustav)