Jakarta (ANTARA) - Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah responsif terhadap masukan publik.
“Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) adalah langkah yang tepat demi menyelamatkan program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia Akhrom Saleh di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, langkah Presiden Prabowo menunjukkan integritas program negara di atas kepentingan personal maupun kelompok.
“Ini adalah kabar baik bagi masyarakat bahwa aspirasi yang selama ini disuarakan, termasuk oleh kelompok pemuda dan elemen sipil, benar-benar didengar dan ditindaklanjuti," kata dia.
Lingkar Pemuda Indonesia menilai akumulasi kritik masyarakat terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) muncul dalam beberapa bulan terakhir.
Kritik itu mencakup dari proyek yang tidak masuk akal saat negara melakukan efisiensi anggaran, persoalan pada manajemen dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga jual beli titik SPPG.
“Hingga kontroversi berapa pernyataan pimpinan BGN sebelumnya yang menjadi catatan merah dan tidak bisa terus diabaikan." Kata dia.
Ia menilai Presiden Prabowo telah melakukan fungsi kontrol dengan baik, melakukan audit dan evaluasi kinerja terhadap sejumlah pimpinan BGN tersebut.
Ia melihat ada komitmen untuk membenahi tata kelola agar program Makan Bergizi Gratis ini tidak sekadar berjalan, tetapi tepat sasaran, berkualitas, dan akuntabel.
“Dengan digantinya pimpinan BGN, kami berharap profesionalisme dan transparansi dapat segera dipulihkan," kata dia.
Selain itu, LPI optimistis program Makan Bergizi Gratis akan jauh lebih baik di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru ditunjuk menggantikan Dadan Hindayana.
Ia mendorong kepemimpinan baru ini segera melakukan langkah-langkah konkret, terutama dalam hal transparansi anggaran dan memastikan setiap rupiah dari APBN yang dialokasikan untuk program makan bergizi dapat dipertanggungjawabkan.
LPI menegaskan akan terus mengawal program prioritas nasional itu dan tetap pada posisi sebagai mitra kritis pemerintah.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terhitung sejak 2 Juni 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, dalam jumpa pers di Kantor Presiden RI, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa malam, mengumumkan pencopotan tersebut.
"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.





