TRIBUNNEWS.COM - Tim nasional Swiss mendapat pukulan besar menjelang dimulainya Piala Dunia 2026.
Penyerang utama mereka, Breel Embolo, harus tertinggal dari rombongan tim yang berangkat ke Amerika Serikat karena kendala administrasi terkait izin masuk ke negara tersebut.
Masalah muncul setelah Electronic System for Travel Authorization (ESTA) milik Embolo, yang sebelumnya telah disetujui, tiba-tiba masuk ke tahap peninjauan ulang oleh otoritas Amerika Serikat.
Akibat hal itu, pemain AS Monaco tersebut belum bisa bergabung dengan rekan-rekannya yang terbang ke Los Angeles pada Selasa (2/6/2026).
Federasi Sepak Bola Swiss (SFV) mengonfirmasi bahwa Embolo tidak dapat berangkat bersama tim karena status ESTA miliknya berubah menjadi further review hanya beberapa jam sebelum keberangkatan.
Dalam pernyataan resminya, SFV menjelaskan bahwa mereka tengah berkoordinasi dengan pihak berwenang agar proses tersebut dapat segera diselesaikan.
"Sayangnya, Breel Embolo saat ini belum dapat berangkat ke Amerika Serikat bersama tim," tulis SFV.
"Kami sedang berkomunikasi dengan otoritas terkait dan berharap Breel bisa menyusul tim hari ini atau besok," lanjut pernyataan itu.
Meski situasi ini menimbulkan kekhawatiran, pihak SFV tetap optimistis bahwa kendala tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan memengaruhi partisipasi Embolo di Piala Dunia 2026.
Menurut laporan BBC, masalah yang dialami Embolo diduga berkaitan dengan kasus hukum yang pernah menjeratnya beberapa tahun lalu.
Pada 2018, Embolo sempat terlibat dalam keributan di Basel, Swiss, yang kemudian berujung pada proses hukum dan putusan pengadilan pada 2023.
Saat itu, Embolo dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan ancaman dan dijatuhi sanksi berupa denda yang ditangguhkan.
Meski tidak dijatuhi hukuman penjara, catatan hukum tersebut diduga menjadi alasan mengapa otoritas Amerika Serikat kembali meninjau izin masuk sang pemain.
Padahal, Embolo sebelumnya sudah pernah masuk ke Amerika Serikat setelah kasus itu, ketika membela Swiss dalam laga persahabatan melawan AS dan Meksiko pada Juni 2025.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari otoritas Amerika Serikat terkait alasan pasti di balik peninjauan ulang tersebut.
Absennya Embolo menjadi perhatian besar bagi tim nasional Swiss. Penyerang yang kini memperkuat Rennes itu merupakan salah satu pemain paling berpengalaman di skuad asuhan Murat Yakin.
Sejak debut internasionalnya pada 2015, Embolo sudah mengoleksi 86 penampilan dan mencetak 24 gol untuk tim nasional Swiss.
Ia juga menjadi andalan Swiss di berbagai kompetisi besar, tampil di Piala Dunia 2018 dan 2022, serta tiga edisi Piala Eropa berturut-turut.
Pada Piala Dunia 2026 mendatang, Swiss tergabung di Grup B bersama Qatar, Bosnia dan Herzegovina, serta tuan rumah Kanada.
Mereka akan memulai pertandingan pertama melawan Qatar pada 14 Juni 2026 di Santa Clara, sebelum melanjutkan dua laga berikutnya di Los Angeles dan Vancouver.
Pelaksanaan Piala Dunia 2026 memang tidak lepas dari berbagai kontroversi, terutama di Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah.
Beragam persoalan muncul menjelang ajang empat tahunan ini, termasuk kebijakan visa yang berpotensi berdampak pada sejumlah negara peserta.
Selain itu, hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat juga menambah sorotan tersendiri menjelang turnamen.
Situasi ini dinilai dapat memengaruhi kehadiran suporter serta atmosfer penyelenggaraan di Amerika Serikat.
Belum lagi kenaikan harga tiket yang signifikan di negara tersebut sebagai tuan rumah.
Contohnya, pada laga pembuka antara Amerika Serikat dan Paraguay di Inglewood, California, pada 13 Juni mendatang, tiket kategori 1 barisan depan kini dijual hingga 4.105 dolar AS (sekitar Rp70 juta) menurut laporan ESPN.
Harga ini naik drastis dibandingkan sebelumnya, di mana tiket kategori 1 tertinggi hanya dijual seharga 2.735 dolar AS (sekitar Rp46,7 juta).
Polemik seputar Piala Dunia 2026 ini juga menjadi bahasan Adrian dari Spieltag Indonesia dalam podcast langsung di kanal YouTube Tribunnews.
"Itu sudah menjadi drama, baik di luar maupun di dalam lapangan," ujar Adrian dari Spieltag Indonesia.
"Amerika Serikat memiliki banyak aturan, terutama yang berkaitan dengan visa. Ditambah lagi harga tiket Piala Dunia 2026 jauh lebih mahal dibandingkan edisi sebelumnya."
"Situasi ini sudah menimbulkan kontroversi bahkan sebelum turnamen dimulai," lanjutnya.
"Beruntungnya, tidak ada polemik serupa di Kanada dan Meksiko."
"Selain itu, status pemain Iran yang akan bermain di Amerika Serikat juga menjadi perhatian tersendiri," tambah Adrian.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama/Ali)