Bapak Ditikam, Detik-Detik Satu Keluarga Pedagang Pecel Lele di Palembang Diserang Rombongan Pemotor
Refly Permana June 03, 2026 06:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Satu keluarga pedagang pecel lele di Palembang diserang rombongan pemotor pada 26 Mei 2026 silam.

Salah satu korban, Destian (25), masih trauma atas kejadian yang menyebabkan ayahnya, Nurrafli (47), terluka parah tersebut.

Ditemui Sripoku.com, Selasa (2/6/2026), Destian mengatakan kejadian bermula saat ia seorang diri diserang ketika hendak berbelanja.

Saat melintas di Jalan Merdeka, Destian tiba-tiba diadang sekelompok pemuda yang memegang senjata tajam.

Baca juga: Pedagang Pecel Lele di Palembang Ini Trauma & Ketakutan, Pasca Diserang Sekelompok Orang Pakai Sajam

"Mereka keluar dari lorong gelap. Macam-macam senjata tajam yang dipegang, ada yang celurit sekitar satu meter, ada yang pisau pendek, ada yang membawa buluh tombak, dan senjata tajam lain," ujar Destian.

Meski sempat terkena sabetan senjata tajam, Destian menyelamatkan diri ke seberang jalan dan meninggalkan sepeda motornya. 

Ia lalu menghubungi ayahnya, Nurrafli, untuk meminta jemput.

Nurrafli bersama Excel (18), adik Destian, berusaha menyelamatkan diri dengan memacu sepeda motor. Namun, setelah berputar keduanya terjatuh.

"Motor bapak jatuh dan saat mereka lari, para pelaku masih mengejar. Adik saya masuk ke lorong samping Alfamart SPBU, sedangkan bapak masih lari lurus ke arah simpang lampu merah," tuturnya.

Persis di depan lapak jualan pecel lelenya, Nurrafli terjatuh dan menjadi sasaran pelaku yang menggunakan tombak dan menusuk korban hingga bersimbah darah.

"Bapak kena tombak persis di depan lapak jualan. Kebetulan tiga atau empat orang di dalam, sama istri saya. Sempat dipisahkan, karena tidak ada apa-apa jadi pelaku diusir dengan dilempari batu, kemudian mereka pergi," katanya.

Baca juga: Ayah dan Anak Pedagang Pecel Lele di Palembang Diserang Rombongan Pemotor, Luka Tusuk Kena Paru-Paru

Nurrafli langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama empat hari. 

Setidaknya selama dirawat, ia membutuhkan 5 kantong darah.

Menurutnya, aktivitas kelompok remaja bersepeda motor memang kerap terlihat di sekitar Jalan Merdeka, terutama pada Jumat malam atau Sabtu malam, atau malam Minggu. 

Jam mereka lewat sekitar pukul 01.00 hingga pukul 02.00.

"Kalau saat kami berjualan, ada kelompok remaja lewat membawa senjata tajam sekitar jam 01.00-02.00, cuma lewat saja, konvoi. Bonceng tiga, bonceng dua, ya cuma lewat-lewat saja. Kejadian seperti ini baru terjadi," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.