Keahlian Nanik S Deyang Jadi Kunci Bongkar Kebocoran BGN, Emrus Desak Audit Total SPPG
bima berseri June 03, 2026 09:57 PM

- Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana merupakan langkah strategis untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan diterpa berbagai persoalan.

Menurut Emrus, latar belakang Nanik S Deyang di bidang investigasi dan komunikasi publik menjadi modal penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem yang selama ini dinilai bermasalah, khususnya pada tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Masalah di BGN kemarin itu kombinasi dari dua hal, yakni manajemen internal yang korosif dan komunikasi publik yang defensif atau bahkan menutup-nutupi realitas," kata Emrus kepada Tribunnews, Rabu (3/6/2026).

Ia menilai kemampuan investigatif yang dimiliki Nanik S Deyang dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai titik lemah dalam pelaksanaan program MBG, termasuk dugaan kelalaian, penyimpangan prosedur, maupun persoalan distribusi makanan yang berujung pada berbagai kasus di lapangan.

"Dengan latar belakang investigasi, Ibu Nanik S Deyang punya pisau analisis untuk membongkar dan mengaudit di mana letak kebocoran dan kelalaian di tingkat SPPG yang nakal," ujarnya.

Nanik S Deyang dinilai memiliki bekal kuat untuk membenahi BGN karena sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam pengawasan pelaksanaan Program MBG dan penanganan berbagai persoalan di lapangan.

Nanik juga pernah mengoordinasikan pembentukan tim investigasi untuk menelusuri kasus keracunan yang menimpa penerima manfaat MBG dengan melibatkan sejumlah lembaga terkait.

Sebelum berkiprah di pemerintahan, ia memiliki latar belakang panjang di dunia jurnalistik hingga menjadi pemimpin media.

Kombinasi pengalaman di bidang komunikasi publik, investigasi kelembagaan, dan pengawasan lapangan tersebut menjadi alasan sejumlah pihak menilai Nanik memiliki kapasitas untuk memimpin upaya audit dan reformasi internal BGN.

Lantas, Emrus mendorong Kepala BGN yang baru untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap SPPG yang selama ini menjadi ujung tombak distribusi program MBG.

Menurut dia, evaluasi tidak cukup dilakukan pada aspek administratif semata, tetapi harus menyentuh keseluruhan rantai distribusi makanan, pengawasan mutu, hingga mekanisme pertanggungjawaban di lapangan.

Ia menilai langkah audit tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan publik yang sempat terganggu akibat berbagai kasus yang mencuat dalam pelaksanaan program MBG.

Selain audit internal, Emrus juga mengusulkan pembentukan sistem pengawasan berbasis partisipasi publik agar masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas makanan yang diterima para siswa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.