BANGKAPOS.COM, BANGKA — Aktivitas pembangunan Dermaga 2 atau dermaga baru di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat mulai terlihat, Rabu (3/6/2026) siang.
Sebuah kapal tongkang tampak berlabuh di sisi kiri Dermaga Pelabuhan Tanjung Kalian. Di dekatnya, satu unit crane berukuran kecil terpantau beberapa kali mengangkut material pembangunan.
Sementara itu, di gedung kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bangka Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, tengah dilaksanakan sosialisasi pembangunan Dermaga 2 bersama unsur Forkopimda dan stakeholder terkait.
GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bangka Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, Agustinus Cahyo Upandika mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan agar unsur Forkopimda dan para pemangku kepentingan mengetahui adanya pengerjaan proyek pembangunan Dermaga 2 tersebut.
“Karena pembangunan dermaga ini bisa dibilang proyek yang memakan waktu. Ini delapan bulan, ditargetkan selesai pada awal Desember 2026,” kata Cahyo saat diwawancarai awak media.
Lebih lanjut, saat ditanya Bangkapos.com terkait aktivitas proyek, termasuk lalu lalang kendaraan proyek yang dapat mengganggu operasional penyeberangan, Cahyo mengaku pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Menurut Cahyo, kendaraan berat proyek yang akan melintasi area pelabuhan, termasuk jalur dermaga yang ada saat ini, hanya beberapa jenis kendaraan tertentu.
“Nanti ada sisi darat dan sisi laut. Kalau dari sisi darat, nanti hanya ada truk mixer untuk pembetonan. Nanti dia akan lewat sini (dermaga), karena posisi dermaga baru ini masih satu akses dengan dermaga yang ada saat ini,” jelasnya.
Selain truk mixer, nantinya juga akan ada aktivitas lalu lalang truk besar pengangkut material bangunan.
“Kalau alat-alat seperti buldozer atau crane itu tidak ada di darat. Crane posisinya nanti ada di laut,” sambungnya.
Karena itu, menurutnya operasional pelabuhan dipastikan tetap berjalan normal tanpa kendala berarti.
“Hanya saja nanti ada petugas yang mengarahkan supaya pengguna jasa penyeberangan tidak lengah, karena saat ini sedang ada pekerjaan pembangunan,” ungkapnya.
Selain itu, rambu-rambu proyek juga akan mulai dipasang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Rambu-rambu proyek nanti mulai dipasang bulan ini,” jelasnya.
Proyek pembangunan dermaga senilai Rp60 miliar yang bersumber dari APBN dan dikerjakan oleh PT Nindya Karya tersebut juga direncanakan segera memasuki tahap groundbreaking pada bulan ini.
Groundbreaking nantinya akan dihadiri Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk Gubernur Babel, Hidayat Arsani.
“Untuk groundbreaking memang belum ada tanggal pasti. Kami masih berkoordinasi dengan pihak Pak Gubernur. Kami usahakan minggu ini sudah ada kepastian,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)