Tak Sampai 24 Jam, Polisi Bekuk Pelaku Utama Pembacokan Sopir Truk di SPBU Noerdin Pandji
Moch Krisna June 04, 2026 12:32 AM


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG --
Polisi telah menangkap satu pelaku pengeroyokan terhadap Yepran Firmansyah (34), sopir truk yang sedang mengisi BBM di SPBU Jalan H.M. Noerdin Pandji, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Korban tewas setelah mengalami sejumlah luka senjata tajam.

Pelaku berinisial OI ditangkap tim gabungan Reskrim Polsek Sukarami dengan Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, pada Rabu (3/6/2026) malam.

Tampak pelaku mengenakan kaus hitam dan tertunduk usai ditangkap dan dibawa ke Polsek Sukarami.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Andriyan, via WhatsApp.

"Sudah terungkap, pelaku dan barang bukti lengkap tidak sampai 24 jam," ujar Alex.

Barang bukti berupa pisau yang digunakan oleh pelaku OI turut diamankan.

"Ada sajamnya. Barang bukti yang kami amankan ada pisau yang digunakan pelaku," katanya.

Selanjutnya, tim masih melakukan pendalaman dan mencari keberadaan pelaku lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Masih didalami, yang jelas ini yang sudah kami tangkap pelaku utama. Nanti akan disampaikan ketika rilis resmi," tutupnya.

 

PENGEROYOKAN -- Tangkapan layar rekaman CCTV di SPBU Jalan HM Noerdin Panji yang memperlihatkan sejumlah pelaku mengejar dan menyerang korban yang berada di dalam truk, Selasa (2/6/2026) malam. Akibat peristiwa itu korban bernama Yepran Firmansyah tewas dengan banyak luka tusuk.
PENGEROYOKAN -- Tangkapan layar rekaman CCTV di SPBU Jalan HM Noerdin Panji yang memperlihatkan sejumlah pelaku mengejar dan menyerang korban yang berada di dalam truk, Selasa (2/6/2026) malam. Akibat peristiwa itu korban bernama Yepran Firmansyah tewas dengan banyak luka tusuk. (Dokumen/Polrestabes Palembang)

 

Kronologi Kejadian

Korban, Yepran Firmansyah (38), sedang mengantre BBM jenis solar dengan truknya (BG 9479 CE) di SPBU Jalan Noerdin Panji. 

Tiba-tiba, sebuah kendaraan yang diduga milik pelaku menyerobot antrean tersebut. 

Korban kemudian menegur pelaku hingga memicu pertengkaran dan perkelahian di pintu keluar SPBU. 

Perkelahian tersebut sempat dilerai oleh sesama sopir, lalu pelaku pergi meninggalkan lokasi.

Sekitar 30 menit setelahnya, pelaku kembali ke SPBU membawa kurang lebih tujuh orang rekannya menggunakan sepeda motor. 

Kelompok ini langsung menyerang dan mengeroyok korban menggunakan senjata tajam secara membabi buta.

Dalam kondisi luka parah, korban berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke kabin dan mengemudikan truknya menjauh dari lokasi. 

Namun, para pelaku tetap mengejar korban.

Tepat di seberang SPBU, korban kehilangan kesadaran akibat pendarahan hebat. 

Truk yang dikemudikannya oleng, menabrak, dan berhenti dengan sendirinya. 

Meski korban sudah tidak berdaya di dalam kendaraan, para pelaku diduga masih terus melakukan penyerangan sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian.

Warga dan sesama sopir yang berada di sekitar lokasi bergegas menolong korban yang sudah bersimbah darah dan membawanya ke RS Myria Palembang.

Setibanya di RS Myria, pihak medis menyatakan bahwa nyawa korban sudah tidak tertolong (meninggal dunia). 

Korban menderita sejumlah luka tusuk fatal di bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan.

Pihak kepolisian segera turun tangan melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. 

Baca juga: Sentilan Pengamat Unsri Soal Skandal BGN: Pergantian Pimpinan Hanya Menyentuh Permukaan

Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan adanya kejadian maut tersebut.

"Benar terjadi peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi di lokasi, pelaku berjumlah sekitar tujuh orang," ujar Alex saat dikonfirmasi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.