Gaya Hidup vs Pinjol: Sequis Life Bekali Karyawan Cerdas Finansial demi 'Better Tomorrow'
Budi Sam Law Malau June 04, 2026 03:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Di tengah gempuran tren gaya hidup modern, fenomena FOMO (Fear of Missing Out), serta kemudahan akses dana instan dalam kedipan mata, pengelolaan keuangan yang sehat kini menjadi barang mewah yang menantang.

Menyikapi realitas yang mengkhawatirkan ini, PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) mengambil langkah nyata dengan menggelar The Financial Literacy Talk-show bertajuk “Seimbang Gaya Hidup Tanpa Terjebak” pada Rabu, 3 Juni 2026.

Melalui forum edukatif ini, perusahaan berkomitmen untuk mengikis perilaku konsumtif impulsif di kalangan internalnya.

Langkah preventif ini dirancang khusus untuk membangun kesadaran para karyawan agar tidak terjebak dalam pusaran utang piutang digital, serta mendorong pengambilan keputusan finansial yang jauh lebih bijaksana demi mewujudkan masa depan yang aman atau "Better Tomorrow".

Agenda ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bagian integral dari inisiatif Better Tomorrow with Sequis—sebuah platform keberlanjutan Sequis Life yang berfokus memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Sequis SHEPRENEUR Resmi Diluncurkan, Dukung Perempuan Wirausaha Tumbuh Kuat Berkelanjutan

Sekaligus, aksi korporasi ini menjadi sokongan kuat terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026 yang diinisiasi oleh pemerintah melalui edukasi finansial yang kontekstual dan relevan.

Ancaman Nyata di Balik Angka Rp96 Triliun Pinjaman Online

Urgensi pelaksanaan literasi keuangan ini diperkuat oleh data mencengangkan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2025.

Tercatat, angka outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) di Indonesia meroket hingga menyentuh kisaran Rp96 triliun dengan grafik pertumbuhan tahunan yang sangat masif di angka 20 hingga 30 persen.

Tragisnya, porsi terbesar dari pemanfaatan pinjaman digital ini justru dialokasikan untuk membiayai kebutuhan konsumtif sesaat.

Jika tidak dikelola dengan nalar yang sehat, tren ini berpotensi besar memicu guncangan finansial yang berkepanjangan.

Dampak buruknya pun ibarat efek domino; tidak hanya merusak tatanan ekonomi personal, tetapi juga menggerogoti kesehatan mental, mengacaukan kualitas pengambilan keputusan, hingga menjatuhkan produktivitas seseorang di lingkungan kerja.

Chief Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, menggarisbawahi bahwa kecerdasan finansial sejatinya adalah fondasi utama bagi ketenangan jiwa seorang pekerja.

Tekanan finansial yang berat di luar kantor secara otomatis akan memecah konsentrasi dan merusak kinerja profesional karyawan.

“Kesehatan finansial bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola prioritas, mengambil keputusan secara bijak, dan membangun ketenangan untuk masa depan,” ungkap Agustina Samara yang akrab disapa Tina.

Menguliti Debt Trap dan Strategi Snowball Pengentas Utang

Guna memberikan pemahaman yang tajam dan aplikatif, talkshow ini turut menghadirkan perencana keuangan profesional, Maryadi Santana, CFP®, QWP®.

Di hadapan para peserta, Maryadi menguliti secara mendalam anatomi risiko tersembunyi di balik manisnya tawaran pinjaman online (pinjol).

“Pinjaman online sering terlihat sebagai solusi cepat untuk kebutuhan sesaat. Namun di balik kemudahannya, terdapat risiko yang dapat mengancam kesehatan finansial jika tidak dikelola dengan bijak,” papar Maryadi.

Ia mengingatkan bahwa kemudahan mencairkan dana dalam hitungan menit sering kali meluapkan duka jangka panjang.

Baca juga: Perkuat Penetrasi di Sumatra, Sequis Life Resmikan Sequis Center Medan yang Terintegrasi

Berupa jeratan bunga dan denda yang mencekik, perangkap utang tak berujung (debt trap), ancaman nyata kebocoran data pribadi, hingga stres berat yang merusak kehidupan privat maupun profesional.

Sebagai penawar, Maryadi membagikan kiat-kiat praktis dalam membangun financial wellness.

Karyawan diajarkan cara melakukan audit pengeluaran pribadi secara berkala, memperketat disiplin budgeting, membangun benteng dana darurat, hingga mengadopsi metode snowball—sebuah teknik taktis melunasi utang dengan memprioritaskan pembayaran dari nominal terkecil hingga terbesar agar motivasi psikologis tetap terjaga.

Membangun Lingkungan Kerja Sehat yang Berkelanjutan

Melalui investasi edukasi non-teknis ini, Sequis Life menaruh harapan besar agar kecerdasan finansial dapat mengakar kuat menjadi budaya baru di lingkungan kerja.

Manajemen meyakini bahwa karyawan yang merdeka secara finansial dan terbebas dari kecemasan utang akan memiliki ruang pikiran yang jernih untuk berinovasi dan bekerja secara optimal.

“Kami percaya bahwa kondisi finansial karyawan yang lebih sehat akan membuat mereka dapat bekerja lebih fokus dan lebih tenang," kata Tina.

"Karena itu, edukasi finansial menjadi bagian penting dari komitmen Sequis Life sekaligus budaya pembelajaran dan pengembangan karyawan untuk mendukung wellbeing, produktivitas, dan menciptakan better tomorrow bersama,” tambah Tina optimis.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.