Netanyahu Akui Sempat Dicaci Trump, Jelaskan Hubungan AS-Israel Baik-baik Saja & Tetap Kompak
Ardrianto SatrioUtomo June 04, 2026 07:11 PM

-  Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, memberikan klarifikasi terkait rumor keretakan hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Tel Aviv.

Netanyahu meluruskan ramainya laporan Presiden AS Donald Trump yang sempat mengkritik keras dirinya dengan sebutan " sangat gila" terkait konflik di Lebanon.

Netanyahu menegaskan hubungan Israel dengan AS baik-baik saja bahkan tetap kompak.

Dilansir dari Tribunnews, ungkapan ini disampaikan Netanyahu dalam pernyataan resminya, Kamis (4/6).

Dalam keterangannya yang dilansir dari Al Jazeera, Netanyahu menyebut hubungannya dengan Trump tetap berjalan sangat baik.

Netanyahu beranggapan perbedaan pendapat yang muncul hanya bersifat taktis.

Ia menegaskan perbedaan itu biasa terjadi dalam hubungan politik antara dua negara sekutu.

“Kami memiliki tujuan bersama. Kadang ada perbedaan pendapat taktis, tetapi kami selalu menemukan cara untuk menyelesaikannya sebagai teman baik,” ujar Netanyahu.

Ia juga menjelaskan bahwa Israel dan AS tetap bekerja sama erat dalam berbagai isu keamanan regional.

Netanyahu melanjutkan salah satu kekompakan tersebut dalam menghadapi pengaruh Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Meski sempat terjadi ketegangan, Netanyahu menegaskan dirinya dan Trump tetap memiliki hubungan yang kuat serta saling menghormati sebagai sekutu dekat.

Meski demikian, Netanyahu mengklaim terdapat perbedaan pandangan dalam beberapa isu keamanan di Timur Tengah.

“Ini adalah hubungan yang hebat karena dia adalah sahabat terbaik yang pernah dimiliki Israel di Gedung Putih,” kata Netanyahu, mengutip dari Al Jazeera.

Klarifikasi Netanyahu ini muncul setelah Trump membenarkan dirinya sempat menyebut PM Israel itu sebagai sosok yang " sangat gila". 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.