TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Manajemen Pasuruan United meminta PSSI meninjau insiden yang menyebabkan kapten timnya, Ricko Hardiansyah, mengalami luka di wajah saat menghadapi Bolsel FC dalam lanjutan Liga 4 Nasional di Stadion R. Soedarsono, Pogar, Bangil, Rabu (3/6/2026).
Insiden terjadi pada menit ke-49 saat Ricko Hardiansyah terlibat duel perebutan bola dengan pemain Bolsel FC, Sutrisno Kadula.
Dalam perebutan bola tersebut, Ricko berhasil merebut bola dari belakang hingga keduanya terjatuh di lapangan.
Berdasarkan tayangan pertandingan yang beredar, terlihat adanya gerakan kaki lanjutan yang mengenai wajah Ricko ketika kedua pemain masih berada di atas lapangan.
Akibat kejadian tersebut, kapten Pasuruan United itu mengalami luka hingga mengeluarkan darah dan harus mendapatkan penanganan dari tim medis.
Manajer Pasuruan United Fitroh Berlusconi mengatakan, pihaknya menghormati seluruh keputusan perangkat pertandingan.
Baca juga: Pasuruan United Puncaki Klasemen Grup N Piala Presiden usai Kalahkan Bolsel FC
Namun, ia berharap insiden yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain mendapat perhatian serius dari PSSI.
“Kami menghormati hasil pertandingan dan keputusan perangkat pertandingan. Namun sebagai peserta Liga 4 Nasional, kami berharap insiden yang menyebabkan pemain mengalami cedera dapat ditinjau secara objektif oleh pihak yang berwenang,” kata Fitroh, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, kompetisi sepak bola harus menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan keselamatan pemain.
Karena itu, setiap tindakan yang berpotensi membahayakan pemain lain perlu mendapat evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Semua tim datang dengan tujuan yang sama, yakni berprestasi dan meraih hasil terbaik. Keselamatan pemain harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Fitroh menegaskan, Pasuruan United tidak ingin memperkeruh suasana kompetisi.
Baca juga: Hasil Laga Pembuka Babak 64 Besar Piala Presiden, Pasuruan United Bermain Imbang Lawan PSAP Sigli
Pihaknya hanya berharap evaluasi dilakukan secara profesional demi menjaga integritas pertandingan dan memberikan perlindungan kepada seluruh pemain.
Ia menambahkan, apabila ditemukan unsur pelanggaran atau tindakan yang membahayakan lawan, maka insiden tersebut dapat ditelaah berdasarkan regulasi yang berlaku, baik ketentuan FIFA/IFAB maupun aturan disiplin PSSI.
“Kami berharap semua pihak melihat kejadian ini secara objektif. Tujuannya bukan mencari kesalahan siapa pun, melainkan memastikan kompetisi berjalan sehat, profesional, dan menjunjung tinggi keselamatan pemain,” tegasnya.
Pasuruan United berharap PSSI dapat melakukan peninjauan terhadap insiden tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas kompetisi, sportivitas pertandingan, serta perlindungan terhadap para pemain yang berlaga di lapangan.